Program Shining Brantas, 3.000 ASN Nyemplung Kali

TEMATIK : Sungai Sonto di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu setelah dibersihkan oleh warga dan DLH disulap menjadi wisata pakan ikan Jumat (24/9) pagi ini.( NMP/KERISDIANTO)

KOTA BATU, NewMalangPos – Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus bergerak untuk melakukan restorasi (pemulihan.red) lingkungan melalui program Shining Brantas. Salah satunya pada Jumat (24/9) pagi sebanyak 3000 ASN Pemkot Batu yang digerakkan untuk bersih-bersih nyemplung kali.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan bahwa Shining Brantas menjadi program DLH untuk melakukan restorasi (pemulihan.red) lingkungan. Diantaranya yang dilakukan dalam Shining Brantas adalah membuat sungai tematik di setiap desa/kelurahan di Kota Batu dengan diawali dengan bersih-bersih oleh ASN dengan nyemplung kali.

Baca Juga :  Tak Layak Kalah, Persija Kritik Wasit

“Untuk menjaga dan memulihkan kembali keasrian lingkungan hidup di Kota Batu, kami memiliki program Shining Brantas. Yakni melakukan restorasi ekosistem di Kota Batu yang saat ini berfokus pada lima hal,” ujar Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan kepada New Malang Pos.

Ia menguraikan lima hal yang dilakukan untuk mewujudkan restorasi lingkungan adalah Restorasi Kelembagaan atau aturan yang dibuat, Restorasi Ekologi melalui penanaman pohon, Restorasi Hidrologi dengan menjaga kualitas dan kuantitas air, Restorasi Morfologi dengan menjaga garis sungai dan Restorasi Sosial Ekonomi melalui edukasi dan sosialisasi.

Baca Juga :  Tagihan Air Bau Solar Didiskon 7,5 Persen

“Pada hari ini (kemarin.red) kami menindaklanjuti dengan Restorasi Hidrologi atau dengan menjaga kualitas dan kuantitas air. Untuk menjaga hal tersebut sekitar 3000 ASN Pemkot Batu nyemplung kali (sungai.red) untuk bersih-bersih. Selanjutnya sungai di 24 desa/kelurahan akan dibuat sungai tematik sesuai potensi dan keunggulan wilayahnya,” bebernya.

Pada kegiatan Restorasi Hidrologi kemarin, ribuan ASN melakukan bersih-bersih di delapan titik sungai. Meliputi sungai Curah Banteng di Temas, sungai Kebo di Sisir, sungai Kedung di Sidomulyo, sungai Sonto di Giripurno dan beberapa sungai lainnya.

Baca Juga :  WHO Ungkap Varian Delta Jadi Peringatan Kewaspadaan Bagi Dunia

“Untuk beberapa sungai yang telah tertata dan menjadi sungai tematik diantaranya seperti sungai Sonto di Desa Giripurno, sungai di Desa Penden dan sungai Kedung di Desa Sidomulyo serta di Sumber Gemulo, Desa Punten. Di tiga tempat ini telah dilepas ikan jenis koi dan tombro untuk memulihkan ekosistem sungai,” bebernya. (eri/jon/nmp)

artikel Pilihan