PPKMB Unmer Tumbuhkan Karakter Ksatria Bhirawa Anoraga Maba

ARAHAN WAPRES: Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru Unmer untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

NEW MALANG POS, MALANG – Program Pengenalan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Merdeka (PKKMB Unmer) Malang fokus pada penanaman karakter berjiwa inovator. Dengan harapan mahasiswa siap memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Unmer mendesain kegiatan ini selama satu semester dan didampingi oleh para dosen. Dikemas melalui program The Inovators and Entrepreneur dengan menyeimbangkan kemampuan hardskill dan softskill. Selama PKKMB mahasiswa akan mendapatkan materi dari berbagai narasumber yang kompeten.

Dengan tujuan untuk membangun karakter Ksatria Bhirawa Anoraga yang memiliki arti pribadi yang berjiwa perkasa namun tetap rendah hati. “Tujuannya untuk membentuk jiwa pembaharu masa depan,” ucap Rektor Unmer Malang, Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE., M.Si.

Baca Juga :  AKAFARMA PIM Geber Webinar Peran Analis Farmasi dan Makanan di Era Revolusi Industri

Dalam PPKMB ini beberapa pejabat tinggi negara serta tokoh nasional turut memberikan paparan dan pesan kepada mahasiswa baru (Maba). Diantaranya, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin dan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin berpesan kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan momen PKKMB untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sebelum menjalani proses perkuliahan.

Wapres turut mengingatkan civitas akademika Unmer Malang agar meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan riset dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Serta meningkatkan kerjasama dengan dunia industri maupun perguruan tinggi lain.

Baik di dalam maupun luar negeri secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Mahasiswa baru Unmer Malang harus selalu memupuk rasa nasionalisme dan mampu membentengi diri dari paham liberalisme, sekularisme, radikalisme dan hoax melalui peningkatan wawasan kebangsaan di lingkungan kampus,” ujar Wapres.

Baca Juga :  Prodi Ilmu Komunikasi UMM Terapkan PSBB Total

Sementara itu, Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengajak mahasiswa untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dapat memilih program Kampus Merdeka seperti magang di perusahaan, studi independen, membangun desa, merancang wirausaha, pertukaran pelajar serta melakukan riset.

“Tentunya semua ini sangat penting sebagai bekal kemampuan mahasiswa untuk mengisi pembangunan di masa depan,” kata Nadiem.

Asrendam V Brawijaya, Kol. Zainudin turut memberikan kuliah tamu tentang revolusi mental. Secara detil Asrendam memberikan penjelasan tentang kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini. Termasuk pengaruh revolusi industri 4.0 yang berpengaruh kepada kecepatan akses informasi dan sosial budaya di masyarakat hingga tergerusnya nilai toleransi dan tingginya kasus korupsi.

Baca Juga :  Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA); Orang Tua Terkesan, Belajar Daring Tetap Berkualitas

Danrem 083 Bhaladika Jaya, Kolonel Inf. Irwan Subekti juga mengingatkan bahaya sikap intoleransi dan radikalisme yang mengancam keutuhan persatuan bangsa. Salah satu ruang yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan paham radikalisme adalah media sosial.

“Sebagai mahasiswa tentunya harus membekali diri dengan pemahaman agama dan kebangsaan yang baik, sehingga dapat terhindar dari paham radikalisme serta menjunjung nilai toleransi di lingkungan kampus,” jelas Danrem.

PKKM Unmer Tahun 2021 ini secara resmi dimulai pada Senin (13/9) lalu. Dilaksanakan secara virtual di ruang PPI, Gedung Rektorat Unmer Malang. (imm/udi)

artikel Pilihan