Polresta Solo Temukan Prostitusi Anak di Bawah Umur dengan Tarif Rp 20 Ribu

17
new malang pos
Polisi menunjukkan barang bukti kasus prostiusi anak di Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)

NewMalangPos – Polresta Solo membongkar jaringan prostitusi anak di bawah umur. Muncikari menawarkan para korban lewat akun media sosial (medsos) dengan tarif yang bikin prihatin.

Ada tiga tersangka yang diamankan Polresta Solo; L (33), WES (21) dan DAH (20). “Tersangka ini menawarkan jasa tiga korbannya yang masih di bawah umur melalui media sosial Facebook,” kata Ade saat rilis kasus di Mapolresta Solo, Rabu (10/3).

Dilaporkan detikcom, Rabu (10/3), tersangka L menawarkan para korban di antaranya ND (15), D (16) dan R (16) melalui akun Facebook. Selanjutnya bagi yang berminat akan diberikan nomor WA untuk melakukan pemesanan.

“Tersangka L ini kemudian akan mengirimkan foto korban kepada pelanggannya. Untuk tarifnya Rp 500.000. L ini menerima bagian Rp 200.00,” ujarnya.

WES dan DAH memiliki peran mengantarkan para korban ke hotel saat ada pelanggan yang menyewa jasa kencan.

Ade mengatakan, hubungan antara korban dan tersangka berawal dari pertemanan di media sosial. Dari pertemanan itu, tersangka mengeksploitasi para korbannya untuk bisnis prostitusi anak.

Di lokasi yang sama, L membantah jika dirinya disebut yang berinisiatif menawarkan para korban. Dia mengklaim hanya membantu para korban mencari pria hidung belang.

“Merekalah (korban) yang meminta tolong agar dicarikan pelanggan,” ujar L di sela rilis kasus di Mapolresta Solo.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 1.080.00, sejumlah ponsel, dua unit sepeda motor, hingga alat kontrasepsi. Ketiga tersangka ini akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 76 I juncto Pasal 88 UU RI No 35 tahun 201 tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta. (mbr/ams/dtk/mg2/ggs/nmp)