Polres Batu Dirikan Lima Pos Penyekatan

20
Pos pelayanan di Alun-Alun Kota Batu telah dipersiapkan untuk menjaring pemudik dari luar daerah aglomerasi yang lolos di pos penyekatan. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos – Satlantas Polres Batu memastikan akan ada lima pos penyekatan mudik lebaran mulai 6-17 Mei. Pos penyekatan akan mulai dibangun pada tanggal 5 Mei.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Batu AKP Indah Citra Fitriani.
“Terkait pengamanan larangan mudik akan kami siapkan lima pos penyekatan. Pos tersebut akan siap action tanggal 6 Mei. Sedangkan saat ini kami tingkatkan operasi yustisi untuk menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi prokes dan sosialisasi masif untuk pelarangan mudik,” ujar Indah kepada New Malang Pos, Senin (2/5).

Lebih lanjut, ia menerangkan untuk pendirian pos penyekatan antar rayon atau aglomerasi. Untuk wilayah hukum Polres Batu, pos penyekatan meliputi lima pos.
“Diantaranya Pos Kandangan Kediri. Pos ini merupakan pos sekat antar rayon dengan diisi personil gabungan dengan Polres Kediri-Batu. Ini untuk menyekat pemudik dari arah Kediri dan Jombang,” bebernya.

Selanjutnya Pos Kambal Ngantang. Ini untuk menyekat pemudik dari arah Blitar dan melakukan filter jika ada yang lolos dari arah Kasembon. Kemudian Pos Garuda di Bumi Aji untuk sekat pemudik dari arah Mojokerto melalui jalur Cangar.
“Keempat Pos Pendem untuk sekat pemudik yang dari arah Surabaya dan yang lolos dari Malang. Terakhir Pos Alun-Alun sebagai Pos pelayanan,” paparnya.

Sementara itu di lingkungan desa/kelurahan juga melakukan pengetatan bagi pemudik. Salah satunya bagi pendatang atau yang hendak memasuki Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu harus menunjukkan rapid test antigen. Hal itu ditegaskan oleh Kades Sidomulyo, Suharto.

Ia menyampaikan bahwa pemberlakuan aturan itu terhitung sejak 6 Mei – 17 Mei 2021. Warga luar desa harus menunjukkan hasil negatif rapid test antigen kepada RT setempat. Tak hanya itu akan ada jam malam mulai pukul 22.00 – 4.30 Wib dengan menutup kembali portal dan mengaktifkan siskamling di wilayah RT masing-masing.

“Selain itu sehari sebelum hari raya dan saat hari raya penutupan portal ke akses masuk ke Jalur Desa Sidomulyo yang ada di perkampungan akan ditutup 24 jam, terkecuali untuk satu pintu masuk tiap dusun di Jalan Cemara Kipas, Jalan Pinang Merah dan Jalan Mawar Putih. Tepatnya sejak tanggal 12-14 Mei,” bebernya.

Pemberlakuan itu setelah adanya kesepakatan usai rapat di balai desa kemarin tentang surat edaran Wali Kota Batu yang diikuti oleh Satgas Covid-19 desa, perangkat desa, BPD, LPMD, dan ketua RT/RW.

Lebih lanjut Suharto menerangkan jika nanti pendatang tidak bisa menunjukkan surat keterangan selambatnya 24 jam. Peran aktif ketua RT/RW dan anggota Linmas untuk melapor ke kepala dusun hingga Satgas Covid-19. (eri/jon)