Polisi: Cekcok saat Mabuk jadi Pemicu Duel Maut Tewaskan Satu Orang di Klaten

Lokasi duel maut tewaskan satu orang di Klaten, Sabtu (23/10/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Klaten, NewMalangPos- Polisi mengungkap pemicu duel maut yang menewaskan Trimo (47) di Klaten, Jawa Tengah. Sebelum terjadi peristiwa tersebut, korban dengan pelaku, Sole (60) sempat terlibat cekcok.

“Penyebabnya karena kondisi mabuk, lalu terjadi cekcok dan tersangka tersinggung. Terjadilah keributan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana kepada detikcom, Sabtu (23/10).

Guruh menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi, olah TKP dan keterangan pelaku, sebelumnya memang terjadi perkelahian.

“Betul (terjadi perkelahian sebelumnya). Unsur lain seperti perencanaan masih kita dalami,” ujarnya dikutip dari Detikcom Sabtu, (23/10).

Baca Juga :  Pengemudi Ngantuk, Kijang Tabrak Vega dan Zebra

Menurut Guruh, pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Untuk sementara, pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP.

“Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya orang,” imbuhnya.

Sementara itu Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah menambahkan, sebelum duel maut terjadi, korban dan pelaku minum miras.

“Minumnya di rumah tersangka. Yang beli miras tersangka dan tersangka ini biasa kalau ada temannya diajak minum,” ujarnya.

“Saat kejadian hanya minum berdua dengan korban. Parang yang digunakan milik tersangka yang sehari-hari dipakai memotong kayu dan disimpan di rumahnya,” imbuh Abdillah.

Baca Juga :  Terlilit Utang, Pria Satu Anak Diringkus Polisi Usai Memeras dan Memperkosa Wanita

Diberitakan sebelumnya, Trimo (47) warga Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, tewas setelah terlibat perkelahian dengan karibnya, Sole (60). Duel maut itu terjadi di rumah Sole di Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jumat (22/10) malam.

Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah mengatakan korban menderita luka bacokan senjata tajam.

“Luka bacokan dengan parang setelah ribut. Korban meninggal di lokasi kejadian atau rumah pelaku,” kata Abdillah, Sabtu (23/10).

Abdillah menyebut pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi usai melakukan aksinya.

“Jadi pelaku itu tidak melarikan diri. Setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri ke ketua RW dan diantar ke Polsek,” jelasnya.
(rih/rih/dtk/mg9/jon/nmp)

artikel Pilihan