Polda Jatim Optimalkan PPKM Mikro Sebagai Filter Terakhir Tangani Pemudik Lolos

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman/Foto file: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya, NewMalangPos – Masa larangan mudik mulai berlaku pada tanggal 6-17 Mei. Sejumlah perbatasan hingga jalan tikus yang ada di Jawa Timur pun siap dijaga dengan ketat.

Namun, masih ada saja pemudik yang bisa lolos dari penyekatan. Polisi pun mengambil langkah lain agar dapat menyadarkan mayarakat untuk tidak mudik.

“Kami juga menyadari dalam penyekatan ini pasti nanti ada terjadi kebocoran dalam artian orang yang bisa lewat penyekatan atau jalan tikus,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman, seperti dilansir dari Detik News, Rabu (5/5).

Baca Juga :  Satu Warga Kabur Menuju Surabaya Usai Diketahui Positif Covid-19 di Penyekatan Suramadu

Untuk itu, Latif mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan PPKM Mikro. Hal ini menjadi filter terakhir masyarakat yang nekat mudik pada 6-17 Mei.

“Nanti dari Polda Jawa Timur akan memaksimalkan PPKM Mikro, di mana PPKM mikro ini yang menjadi filter terakhir bagi pemudik yang nekat,” imbuhnya.

Latif juga telah berkoordinasi dengan pemerintah hingga lingkup desa dan RT/RW. Latif mengatakan, RT/RW akan mendata masyarakat yang nekat mudik dan dilanjutkan dengan isolasi.

“Diharapkan pemerintah tingkat desa tetap melakukan isolasi terhadap orang yang nekat mudik, yang sudah sampai kampungnya. Kalau sampai di desa kan apa boleh buat, berarti mereka sudah bisa lolos. Tapi sampai kampungnya mereka akan diisolasi seperti sesuai dengan ketentuan yaitu lima hari misalnya di RT atau desa tersebut,” tambah Latif.

Baca Juga :  Forkopimda Jatim Lakukan Persiapan Vaksinasi Secara Serentak di Bangkalan

Latif berharap masyarakat bisa memahami larangan mudik, demi memutus mata rantai penularan Covid-19. “Inilah yang harus kita pahami semuanya dan harus kita kerjakan bersama dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur dan langkah-langkah ini yang akan kita lakukan,” pungkasnya. (sun/bdh/dtk/mg1/ley/nmp)