PLN Akan Pasok Daya ke Pabrik Baterai Mobil Listrik RI

PLN menyatakan siap menjadi pemasok daya listrik kepada pabrik baterai mobil listrik pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara, KHML Battery Indonesia. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).

Jakarta, NewMalangPos – PT PLN (Persero) menyatakan siap menjadi pemasok daya listrik kepada pabrik baterai mobil listrik pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara, KHML Battery Indonesia.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), PLN bakal memfasilitasi penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan, aman, dan stabil sesuai dengan timeline dan kebutuhan investasi.

“Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang HKML Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan tahap pertama pada September 2021 dan akan beroperasi di 2022, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 2026, PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya,” ujar Zulkifli lewat rilis, Kamis (16/9).

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,7 di Bengkulu Akibat Aktivitas Subduksi

Guna memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, Zulkifli menyebut PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk, seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (17/9).

Menurut dia, PLN juga telah melakukan pembahasan perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industy City (KNIC) sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

“PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC khususnya contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandai babak baru hilirisasi industri baterai dan mobil listrik dengan meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga :  Daftar Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi US$1,1 miliar,” ujar Jokowi, Rabu (15/9).

Groundbreaking pabrik baterai Hyundai-LG ini merupakan kelanjutan dari MoU antara Hyundai dan LG pada 28 Juli lalu yang disaksikan berbagai menteri. Dalam MoU itu telah disebutkan kedua pihak akan mendirikan pabrik di Karawang New Industrial City dengan investasi US$1,1 miliar.

Menurut keterangan resmi Sekretariat Presiden, pabrik baterai ini milik HKML Battery Indonesia.

Pabrik baterai yang dibangun berkapasitas maksimal 10 GWh per tahun dan sanggup menyuplai untuk lebih dari 150 ribu unit mobil listrik per tahun. Produk yang dihasilkan berupa sel baterai lithium-ion NCMA yang digunakan khusus untuk mobil listrik platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Baca Juga :  KAI Pastikan Penumpang yang Sudah PCR Tak Perlu Rapid Antigen

E-GMP bukan cuma digunakan untuk memproduksi mobil listrik Hyundai, tetapi juga Kia. Hyundai Motor Group sudah menargetkan menghasilkan lebih dari 23 model mobil listrik dan menjual 1 juta unit mobil listrik per tahun pada 2025.

Rencananya pembangunan pabrik bakal selesai pada awal 2023, kemudian produksi massal dimulai pada awal 2024. Pabrik mobil Hyundai yang sudah berdiri di Indonesia akan mulai memproduksi mobil listrik pada Maret 2022.

(wel/age/cnni/mg8/nmp)

artikel Pilihan