PKKMB 2021 ITN Malang, Perkuat Toleransi, Tanamkan Kebangaan Pada Maba

PIMPINAN: Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE bersama para wakil rektor dalam kegiatan PKKMB 2021 yang digelar secara virtual

NEW MALANG POS, MALANG – Mahasiswa Baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang patut berbangga. Terhitung sejak Senin (13/9), mereka resmi bergabung dengan kampus peraih Ranking 4 Nasional kategori institut.

Dan ITN Malang merupakan Perguruan Tinggi Institut Terbaik Swasta se Jawa Timur. Karena itulah, tidak ada alasan bagi mahasiswa baru untuk minder atau berkecil hati menjadi bagian dari Kampus Biru ini.

“Selayaknya anda berbangga menjadi mahasiswa ITN Malang, dengan predikat dan prestasi tersebut,” ucap Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, saat menyapa mahasiswa baru secara daring dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB).

Dalam kesempatan tersebut, Prof Lomi juga memotivasi para mahasiswa baru untuk tetap semangat meskipun masih dalam kondisi pandemi. Karena dalam satu semester kedepan kuliah masih dilaksanakan dengan cara daring.

Meskipun demikian, kualitas pendidikan ITN Malang akan mengantarkan para mahasiswa menjadi sarjana yang mampu mengimplementasikan kompetensi keilmuan sesuai bidang masing-masing.

Ia menegaskan, bahwa pendidikan di ITN Malang sesuai dengan standar nasional yang ditentukan oleh Kemendikbud Ristek. Inovasi dan kreativitas para dosen akan semakin membawa akselerasi kemajuan yang lebih cepat.

Baca Juga :  Webinar HIMANISMA Putra Indonesia Malang Persiapkan Kompetensi untuk Era Revolusi 5.0

Dan mahasiswa akan dilibatkan dengan banyak program dan kegiatan. Baik yang berskala provinsi, nasional maupun dunia. “Maka persiapkan diri anda untuk berprestasi dan lulus tepat waktu,” tegasnya.

PKKMB ITN Malang digelar secara full online. Diikuti sebanyak 936 mahasiswa. Mereka akan mengikuti PKKMB selama tiga hari.

Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 ITN Malang. Dihadiri rektor dan para wakil rektor. Kegiatan diawali dengan penayangan video profil ITN Malang. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri dan Mars ITN Malang.

Selama kegiatan PKKMB mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan program akademik maupun non akademik. Termasuk organisasi kemahasiswaan.

Prof Lomi mengimbau agar mahasiswa baru dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk mengenal lebih jauh tentang ITN Malang. “Terimakasih kepada orang tua, yang mempercayakan putra-putri mereka untuk studi lanjut di ITN Malang. Semoga mahasiswa baru akan mengikuti jejak para alumni yang telah sukses berkarir dengan posisi terhormat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ironi Sekolah di Tanah Gerak, Bangunan Retak, 3 Ruangan Jadi 6 Kelas

Tema PKKMB tahun ini yaitu ‘Bersama Dalam Keragaman Menuju Insan Intelektual’. Wakil Rektor III ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, ST., SS., MT., Ph.D., IPU., mengatakan, tema tersebut mengusung motivasi kebersamaan di tengah civitas ITN Malang yang multikultur dan heterogen. Berangkat dari semangat itulah lingkungan dan kondisi akademik dapat kondusif.

Dan nilai-nilai nasionalisme itu akan tampak mewarnai PKKMB. Setidaknya melalui simbol-simbol budaya yang akan dimunculkan dalam kegiatan ini. Di beberapa sesi kegiatan mahasiswa baru diminta untuk mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Pakaian adat ini dilombakan untuk maba dalam bentuk foto dan video.

Tujuannya untuk mendorong mahasiswa agar tetap menjunjung toleransi. “Basis kita patriotik nasionalis. Kita jaga kebersamaan tersebut agar semua kalangan bisa kuliah disini,” katanya.

Adapun materi-materi PKKMB difokuskan pada beberapa bidang. Diantaranya tentang Anti Korupsi oleh Polresta Malang, Penanggulangan Narkotika oleh BNN Kota Malang, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Mendikbud Ristek, dan Etika Bermedia Sosial oleh Kominfo. “Materi MBKM dan etika bermedia sosial itu paket dari Kemendikbud Ristek. Sedangkan Anti Korupsi dan Penanggulangan Narkotika, memang sudah ada setiap tahun,” terangnya.

Baca Juga :  Bangga Menjadi Mahasiswa Unisma

Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Riset Dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. turut memberikan arahan kepada mahasiswa. Ia mengatakan, mahasiswa memiliki kemerdekaan yang lebih luas untuk menentukan arah masa depan. Kemendikbud Ristek memfasilitasi kemerdekaan itu melalui program MBKM, agar mahasiswa bisa belajar di luar prodi atau bahkan luar kampusnya sendiri selama tiga semester.

Seperti magang di perusahaan, melakukan studi independen, membangun desa, riset, melakukan proyek kemanusiaan, merintis wirausaha, pertukaran mahasiswa atau mengajar melalui program kampus mengajar. “Semua program ini kami rancang untuk memberi ruang kepada mahasiswa untuk memberikan pengalaman yang tidak tertulis. Pengalaman itu akan menjadi kendaraan untuk meraih mimpi di masa depan,” tandasnya. (imm/nmp)

Pilihan Pembaca