Pindahkan Pasien Isoman ke Isoter

Safe House UB

Dilakukan Pemkab Malang Secara Bertahap, Kota Perketat Pengawasan PPKM Level 4

MALANG, NewMalangPos – Pemkab Malang langsung gerak cepat dalam masa perpanjangan PPKM Level 3-4. Pasien isolasi mandiri (isoman) segera dipindahkan bertahap dari rumah masing-masing ke lokasi isolasi terpadu (isoter). 

“Salah satu penekanan yang disampaikan Bapak Presiden RI adalah penanganan warga terpapar Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri. Dari hasil rapat hari ini (kemarin) bersama Forkopimda,  warga yang melakukan isolasi mandiri akan disentralkan. Yaitu di safe house atau tempat isolasi terpadu yang saat ini disiapkan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

Bentuk penanganan pasien isoman disentralkan yakni memindahkan ke tempat-tempat yang sudah disediakan. Selain fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), juga bangunan-bangunan sekolah yang disulap jadi tempat isolasi beberapa waktu lalu. Rencananya pemindahan dimulai pekan ini.

Baca Juga :  TEROKA, Mantu

Wahyu menyebutkan sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, pasien yang melakukan isoman sejumlah 2.600 orang. Mereka melakukan isoman di rumah masing-masing.

“Total yang isolasi 2.626 pasien. 2.600 di antaranya isolasi mandiri, sedangkan sisanya berada di safe house. Mereka yang isoman ini nanti secara bertahap dipindahkan ke tempat isolasi terpadu,” jelasnya.

Dia optimis tempat mensentralkan pelayanan saat ini memungkinkan menampung pasien isoman. Sebab dari rincian sementara, tempat isolasi terpadu yang disiapkan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang jumlahnya 1.068 tempat tidur.  Sementara di safe house Kepanjen tersedia 96 tempat tidur. Selain itu di safe house Lawang terdapat 34 tempat tidur. Sehingga ditotal jumlahnya tempat tidur di isolasi terpadu dengan safehouse yang ada yaitu 1.198.

Baca Juga :  2 Menteri Perangi Covid-19 di Malang

“Pelaksanaannya (pemindahan pasien isoman) bertahap. Dari jumlah itu juga banyak pasien yang sembuh. Karena tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Malang tinggi. Terus lainnya adalah tetap dilakukan pemilahan. Mereka yang betul-betul tanpa gejala bisa isolasi mandiri,” ungkapnya.

Prinsipnya menurut Wahyu disentralkannya pelayanan pasien Covid-19 di tempat isolasi terpadu untuk menekan angka kematian. “Upaya kami meminimalisir kematian akibat Covid-19. Makanya mereka yang isoman ini disentralkan. Sehingga jika kondisi kesehatannya menurun, dapat dengan cepat ditangani,” kata mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini.

Baca Juga :  IPW Minta Bareskrim Polri Turun Tangani Kasus Sumbangan Keluarga Akidi Tio, Periksa Kapolda Sumsel

Pemkab Malang melibatkan TNI dan Polri dalam pengawasan tempat isolasi terpadu. “Jadi tidak ada warga yang positif masih keluar atau beraktivitas di luar. Karena semuanya diawasi,” urai  Sekretaris Satgad Covid-19 Kabupaten Malang ini.

Selain pemindahan warga isoman ke tempat isolasi terpadu dan safe house,  kata Wahyu juga segerakan pencairan bantuan. Dalam minggu ini, bantuan sosial yang bersumber dari APBD maupun APBN segera disalurkan.

“Yang bersumber dari APBD ada dua jenis bantuan. Yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST) dan  bantuan sosial berupa sembako,” tambah mantan Camat Tajinan ini. Bantuan sembako dikatakan Wahyu diberikan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri.

Pilihan Pembaca