Pilih Kuota Pemain Asing 3+1

12
Pemain Arema FC menjalani latihan terakhir jelang liburan lebaran (firman/nmp)

MALANG – Regulasi kompetisi sepak bola Indonesia umumnya mengalami perubahan dan penyesuian di setiap musimnya. Termasuk pada kompetisi musim 2021 nanti, PSSI coba membuka wacana soal pengurangan kuota pemain asing menjadi 2+1. Sementara Arema FC sudah menetapkan mereka lebih sepakat dengan kuota pemain asing 3+1.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyatakan, kuota pemain asing di kompetisi Indonesia sebaiknya mengikuti regulasi di AFC. Dengan mengikuti regulasi di tingkat yang lebih tinggi, klub di Indonesia tidak perlu banyak melakukan penyesuaian ketika bertanding di ajang AFC Cup.

“Regulasi pemain asing seharusnya tetap saja 3+1. Kita copy paste saja dari AFC. Tujuannya ya buat memproteksi wakil-wakil Indonesia di ajang tersebut. Soalnya musuh-musuh juga pasti menerapkan regulasi 3+1, sehingga kalau regulasinya sama, wakil Indonesia bisa berbicara lebih banyak,” ucap dia.

Regulasi 3+1 bermaksud tiga pemain asing non-Asia dan satu pemain asing Asia. Regulasi tersebut sempat berubah-ubah di setiap musimnya. Pernah juga Indonesia menerapkan sampai dengan lima pemain asing. Terbaru, kuota pemain asing 2+1 disampaikan PSSI untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan klub Indonesia saat pandemi.

Namun, Ruddy berpendapat bahwa regulasi 3+1 jangan jadikan sesuatu yang wajib. Setiap tim seharusnya dibebaskan menentukan berapa banyak pemain asing yang bisa mereka rekrut. Dia juga mencontohkan saat Piala Menpora 2021, tim dengan bermaterikan pemain lokal pun bisa berprestasi jika memang merasa tidak mampu mengget pemain asing.

“Jadi regulasi itu tetap ada. Dalam artian, silakan bagi klub yang mampu untuk memaksimalkan kuota itu. Kalau ada yang lebih mau memaksimalkan pemain lokal juga tidak apa. Persebaya Surabaya dan PSM Makassar kan buktinya juga bisa berprestasi di turnamen. Biarkan itu jadi pilihan,” katanya.

Selain itu, regulasi pemain asing ini juga penting demi nilai jual suatu klub. Ruddy tidak memungkiri bahwa pemain asing mampu memikat penikmat sepak bola dan penggemar klub. Dengan begitu, nilai klub di mata sponsor juga bisa lebih baik.

“Ini kan industri ya. Industri itu perlu daya tarik, perlu juga entertainment. Klub ini kan sedang getol-getolnya cari sponsor dan menjual merchandise. Jadi untuk meningkatkan nilai jual klub, pemain asing itu perlu,” jelasnya. (abr/jon)