Peserta Diksar Mapala IAIN Tewas, 5 Panitia Jadi Tersangka

new malang pos
Foto Ilustrasi Penganiayaan (Edi Wahyono/detik news)

Makasar, NewMalangPos – Meninggal saat Diklat Dasar, Polisi menetapkan 5 orang panitia sebagai tersangka kasus meninggalnya Irsan (19). Saat ini, Para tersangka masih terus diperiksa intensif oleh polisi.

“Sejauh ini sudah lima orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat dimintai konfirmasi, Rabu (17/3).

Melansir dari Detik News, polisi belum membeberkan nama-nama tersangka yang disebut berstatus panitia. Dalam kasus ini, para pelaku akan terjerat hokum pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun 6 bulan.

Baca Juga :  Petasan Meledak di Musala Satu Pemuda Tewas Empat Kritis

“Tersangka berstatus panitia. Peran mereka melakukan kekerasan seperti menendang atau memukul yang menyebabkan korban menderita kesakitan pada perutnya,” jelas Ardy.

Sebelumnya, Irsan mengikuti Diksar Mapala IAIN Bone selama tujuh hari. Kekerasan itu kemudian diduga masih membekas oleh korban karena korban merasa kesakitan tak lama setelah pulang ke rumahnya, Sabtu (13/3).

Korban sempat dirawat selama 2 hari di rumahnya karena mengeluh nyeri di perutnya. Namun, pada Senin (15/3), kondisi korban tak kunjung membaik hingga dibawa ke rumah sakit. Korban lalu menin ggal tanggal 15 Maret 2021.

Baca Juga :  Kasus Pembakaran Bidan Cantik Kalipare, Penyelidikan Buntu, Pelaku Lenggang Kangkung

Polisi yang menyelidiki kasus ini kemudian menemukan adanya kekerasan di kegiatan tersebut. Berbagai kekerasan tersebut tak hanya dialami korban seorang, tetapi juga menimpa peserta lainnya.

“Beberapa senior selaku pendamping kegiatan tersebut melakukan kekerasan fisik kepada semua peserta diksar berupa pukulan pada bagian perut, menampar, menendang, menyuruh merayap dan jalan bebek,” katanya. (hmw/idh/dtk/mg3/ggs/nmp)