Perubahan RPJMD, Sektor UMKM Dikuatkan

Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Walikota Malang Atas PU Fraksi terhadap Ranperda Kota Malang Tentang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023 (Dok)

MALANG – Perubahan RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023 dipastikan Pemkot Malang tetap berorientasi pada pembangunan daerah dalam tiap sektor pembangunan.

Meskipun target masing-masing indikator mengalami penurunan dari rencana awal.
Wali Kota Malang Drs H Sutiaji sebelumnya mendapat banyak pertanyaan dari legislatif. Apakah target tersebut bisa terpenuhi mengingat kondisi pandemi saat ini masih belum menentu. Sutiaji menegaskan startegi sudah disiapkan.

“Penentuan target pertumbuhan ekonomi Kota Malang telah melalui kajian ilmiah, dan disesuaikan dengan target pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim dan nasional. Dengan upaya salah satunya meningkatkan domestik regional bruto pada tiap sektor,” tegas Sutiaji dalam paparannya di Sidang Paripurna Penyampaian Jawaban Walikota Malang Atas PU Fraksi terhadap Ranperda Kota Malang Tentang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023, Kamis (24/6).

Baca Juga :  Pemkot Fasilitasi Kepulangan Santri ke Pesantren

Dijelaskan Sutiaji indikator-indikator capaian yang perlu disesuaikan targetnya seperti IPM, indeks pendidikan, indeks kesehatan, pertumbuhan ekonomi, gini rasio hingga angka kemiskinan.

Ia menekankan pada penyusunan rencana strategis seluruh perangkat daerah yang diarahkan menuju pemulihan ekonomi. Meski masih berada di masa pandemi, Kota Malang tetap memasang target pertumbuhan ekonomi naik.

“Kalau nasional ditarget 7 persen. Di daerah kita akan upayakan 5 persen. Maka dari itu perubahan rencana strategis butuh inovasi dan harus efektif untuk mengejar target-target pemulihan ekonomi,” tegas Sutiaji.

Baca Juga :  Pendapatan Melonjak, Dishub Tambah E-Parking di MOG

Alumnus IAIN Malang ini menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi kreatif optimis dapat dicapai, mengingat potensi Kota Malang terhadap industri kreatif sangat berkembang,. Dimana diyakininya, saat ini telah didukung dengan infrastruktur ekosistem digital.

Selain itu prioritas pemerintah Kota Malang melalui upaya promosi dan pembelian produk lokal Kota Malang, yang diproduksi UMKM dan pengusaha lokal Malang.“Selain UMKM dikuatkan, juga penguatan di PAD seperti sektor pajak dan retribusi,” tegas Sutiaji.

Ia mejelaskan target pada RPJMD merupakan proyeksi yang sudah disesuaikan, dengan mempertimbangkan sumber-sumber pendapatan yang dapat dicapai, namun dalam pelaksanaannya tetap akan mempertimbangkan potensi pendapatan setiap tahun secara optimal.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan dan IPPAT Gelar Peduli dan Berbagi

Baik penerimaan dari dana transfer, lanjutnya maupun pendapatan asli daerah yang akan dituangkan dalam APBD.
“Target penetapan retribusi daerah sudah didasarkan pada potensi, ke depan sebagian obyek retribusi akan dioptimalkan dengan mekanisme sewa barang milik daerah maupun pajak daerah dikuatkan,” pungkasnya. (ica)