Perpanjang Napas Almeida

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida

NEW MALANG POS – Eduardo Almeida boleh berpanjang napas di Arema FC. Gema pemecatan tak lagi berdengung kencang sekalipun gagal beri kemenangan saat Tim Singo Edan melawan PSIS Semarang dengan hasil imbang, Sabtu (27/9). (baca grafis)

Manajemen Arema FC memiliki penilaian tersendiri mengenai peningkatan kinerja tim dan pelatih. Sehingga pekan ini terbebas dari hukuman. Dalam empat laga yang sudah dilalui Arema FC di awal musim ini, kemenangan belum didapatkan. Tiga kali imbang dan satu kali kalah, membuat Tim Singo Edan saat ini masih berada di papan bawah, tepatnya di posisi 14 dengan koleksi tiga poin.

Kini manajemen perlahan mulai meningkatkan mental para pemain segera berburu kemenangan. “Menumbuhkan mental pemain tugas berat dari manajemen bersama pelatih. Mengembalikan (mental) dari posisi kalah kemarin, dalam kurun seminggu kerja keras telah kami lakukan,” ujar Asisten Manajer Arema FC M. Ali Rifki.

Baca Juga :  Hari Ini, Gubernur Khofifah Buka Jatim Fair Virtual 2020

Pekan lalu, selepas Arema FC kalah dari PSS Sleman di pekan ketiga, manajemen memang sempat bereaksi keras. Warning bahkan langsung diberikan kepada seluruh penggawa tim, terkhusus juga sang peracik strategi Eduardo Almeida.

Selain itu, manajemen mencoba melakukan beberapa cara di pekan lalu. Misalnya menggelar meeting untuk evaluasi yang diikuti seluru pemain, official dan tim pelatih, lalu hingga menggelar team building ketika Arema FC tiba di Jakarta.
“Alhamdulillah, kita menunjukkan peningkatan. Permainan Arema sesungguhnya ya begini (lawan PSIS),” ujarnya.

Dalam analisis Ali Rifki, permainan Arema FC jauh meningkat. Ketika meladeni PSIS, seluruh pemain bekerja keras untuk mengejar kemenangan yang sudah diidamkan sejak tiga pekan sebelumnya.

“Semua sepakat lah, ada 6-7 peluang. Permainan sudah bagus. Saya lihat di lapangan sudah dikreasi mulai dari lini belakang ke depan. Tapi, kembali lagi ke finishing touch dan kembali ke keberuntungan,” jelas dia.

Baca Juga :  Kurang Tenaga Bangun Huntara

Sementara itu terkait apakah ada ultimatum untuk menargetkan tiga poin, Ali Rifki memberikan jawaban diplomatis. Ia meyakinkan bila manajemen juga tidak ingin hanya hasil imbang. Penilaiannya berbeda dengan pekan sebelumnya, ketika pemain yang digadang menang, justru tumbang.

“Sebenarnya dari manajemen targetnya tiga poin harga mati. Kita juga harus tahu apa yang terjadi di lapangan. Di peluit akhir ketika ditiup wasit, tim PSIS bersorak-sorak. Kalau minggu kemarin kalah, ya kita kasih hukuman semua. Kini, mainnya sudah bagus, cuma kembali ke penyelesaian akhir,” tambahnya.

Ia meyakini bila dengan permainan yang bagus, maka kemenangan selanjutnya bakal lebih mudah. Terpenting mengembalikan gaya bermain Arema FC yang ngotot dan berusaha untuk terus menembus pertahanan lawan demi gol serta kemenangan. “Kita tetap harus main seperti itu tapi jangan sampai over pede (percaya diri),” tutur dia.

Baca Juga :  Proyek Mercusuar untuk Semua

Di sisi lain, pelatih Arema FC Eduardo Almeida menyadari akan adanya tekanan yang terus mengancamnya. Apalagi dia juga masih gagal membawa tim mendapatkan kemenangan.
“Saya mengerti dan sadar betul tekanan dari Arema, Aremania dan semua suporter. Saya menghormati itu,” ujarnya.

Hanya saja Almeida menegaskan, bila dia dan timnya melakukan pekerjaan dengan kualitas dan profesional. Mereka bekerja keras untuk segera mendapatkan kemenangan.

“Kami mau menang dan tentu saya percaya kepada pemain. Bukan hanya pertandingan melawan PSIS, sebelumnya juga kami menciptakan banyak peluang tapi tak ada gol yang tercipta. Tetapi saya yakin kemenangan juga akan datang pada waktunya,” kata Almeida. (ley/van)

artikel Pilihan