Pernikahan Sang Influencer

7
new malang pos
Sugeng Winarno - Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

NewMalangPos – Pernikahan Attamimi Halilintar atau lebih dikenal Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah heboh. Tak hanya di dunia nyata, di ranah maya tak sedikit netizen yang membincangkannya. Inilah pernikahan yang fenomenal kala pandemi. Tak tanggung-tanggung, Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersedia hadir menjadi saksi. Pernikahannya memang telah berlalu, tapi polemiknya ternyata masih berlangsung seru.

          Seperti diberitakan banyak media, Presiden Jokowi datang sebagai saksi untuk pihak mempelai laki-laki, Atta Halilintar. Sementara, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menjadi saksi dari pihak Aurel Hermansyah. Sejumlah masyarakat Indonesia terutama netizen menyayangkan tindakan Jokowi datang ke acara pernikahan tersebut, sementara banyak masalah negeri yang belum terselesaikan.

          Keriuhan dan polemik gegara pernikahan sang influencer ini semakin gaduh saat akun media sosial (medsos) resmi Sekretariat Negara mengunggah foto kehadiran Jokowi di acara pernikahan Atta dan Aurel. Aksi ini juga menuai komentar yang luas termasuk dari Dokter Tirta yang mengkritik tindakan Kemensetneg mengunggah foto Jokowi seolah acara pernikahan pesohor itu adalah sebuah agenda negara.

          Sementara itu, Krisdayanti selaku ibu dari Aurel meminta publik untuk tidak berlebihan dalam mengomentari kehadiran Jokowi di pernikahan Aurel Hermansyah. Namun apa yang disampaikan diva yang menjadi wakil rakyat itu tak digubris oleh netizen. Para warganet punya alasan berpolemik terkait masalah ini karena Presiden Jokowi adalah figur publik, pemimpin negara yang kehadirannya tentu berimplikasi pada banyak hal.

Keperkasaan Influencer

          Atta Halilintar, termasuk juga Aurel Hermansyah adalah termasuk dalam golongan orang berpengaruh (influencer). Seperti halnya seorang presiden, menteri, politisi partai, wakil rakyat, alim ulama, ustadz ustadzah, habib, da’i, adalah juga orang berpengaruh. Sejak lahirnya internet dan medsos, konsep orang berpengaruh memang telah berubah. Ada orang berpengaruh melalui proses konvensional dan apa pula yang instan lewat medsos.

          Atta pernah menjadi orang berpengaruh pertama se-Asia Tenggara. Pengikut Atta di medsos  tembus 12 juta orang lebih. Sebuah laman Selebrita melangsir berita bahwa video yang diunggah Atta Halilintar bisa meraup pendapatan hingga 4,5 miliar. Saat ini rata-rata bayaran YouTuber terkenal tanah air berkisar antara 256 juta hingga 4,5 miliar rupiah per bulan. Bayaran para pesohor di YouTube ini mampu mengalahkan gaji presiden RI.

          Kini para influencer medsos telah mendekonstruksi definisi orang berpengaruh versi lama. Misalnya kalau zaman dahulu kita mengenal almarhum Kiai Haji Zainuddin MZ sebagai sosok berpengaruh berjuluk ustadz sejuta umat. Kini konsep sosok panutan telah tergeser oleh sosok ciptaan medsos. Sekarang untuk menjadi orang berpengaruh tidak harus dari kalangan ustadz, politisi, atau pakar dalam  bidang tertentu. Walaupun bukan ustadz, Atta Halilintar bisa jadi sosok berpengaruh dengan puluhan juta umat. 

          Para influencer saat ini menjadi incaran para pemilih produk untuk dititipi promosi produk barang atau jasanya. Fenomena ini juga terbilang baru. Kalau zaman dulu produk dikomunikasikan kepada masyarakat lewat media konvensional melalui beragam rupa iklan. Saat ini produk bisa dikomunikasikan lewat para influencer. Saat ini para kreator konten medsos tidak sedikit yang menjadi product endorser merk-merk ternama.

          Kenyataan inilah yang semakin menjadikan para influencer itu kaya raya. Selain dapat uang dari penggunaan paket data dari para pengikut yang telah menonton videonya, para influencer juga dapat uang dari iklan yang dimunculkan oleh pengelola medsos juga dari iklan yang menempel pada diri sang kreator konten. Semua yang melekat pada diri sang influencer dan tampak secara visual di laman medsosnya biasanya merupakan produk iklan berbayar.

Simalakama Medsos

          Mungkin karena keperkasaan yang melekat pada para influencer medsos seperti Atta Halilintar ini menjadikan Presiden Jokowi menganggap perlu hadir dalam acara pernikahan ini. Pesan-pesan komunikasi di medsos, apalagi sang pemilik akun punya banyak pengikut pasti punya dampak yang luas. Maka dalam pernikahan sang influencer yang dihadiri sejumlah pemimpin negara tentu punya pertimbangan bakal muncul pesan yang bergema.

          Lantas persoalannya pesan bergema apa yang diharapkan oleh masing-masing pihak? Tentu gema pesan yang positif. Namun sayangnya lewat medsos bisa jadi pesan positif yang diharapkan justru terbalik. Harapannya ada yang mencoba dapat numpang nampang, namun justru malah terkena getah buruknya. Jangan harap keinginan untuk mendapat simpati dan gema pesan yang empati justru berbuah hujatan, caci maki dan kritikan. Itulah simalakama medsos. Dan itulah netizen, sekelompok orang yang serba apa saja. 

          Untuk itu sebagai pejabat publik, para pemimpin rakyat, dan politisi hendaknya selalu berhati-hati dalam bertindak terutama di medsos. Sering bermedsos itu simalakama dan serba salah. Bisa jadi kehadiran Presiden Jokowi dan Prabowo di pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah untuk mendapat citra positif terutama di kalangan melenial, namun kehadiran sang politisi justru menciptakan polemik negatif.

          Tak sedikit masyarakat dan netizen yang akhirnya menilai bahwa pemerintah tak sensitif terhadap keadaan, tak konsisten dalam penerapan protokol kesehatan. Banyak pula yang berkomentar dengan membandingkan bahwa kalau pernikahan di kampung-kampung banyak yang dibubarkan Satpol PP, sementara pernikahan mewah dan megah sang influencer justru dihadiri para pemimpin negara. Padahal menurut satgas penanganan Covid-19 bahwa telah terjadi klaster pernikahan sebagai penyebaran virus.

          Inkonsistensi sikap penanganan pandemi berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat pada penyelenggara negara dan dapat mendistorsi pesan-pesan komunikasi pemerintah. Bisa jadi karena seringnya inkonsistensi dalam penerapan kebijakan penanganan pandemi mungkin pelarangan mudik lebaran tahun ini tak akan banyak dipatuhi masyarakat.

          Mengutip cuitan penyanyi Fiersa Besari di akun Twitter-nya yang menuliskan bahwa “Banyak paradoks di negeri ini. Mudik dilarang, tapi destinasi wisata buka serempak. Penutupan jalan raya, tapi malah macet di sana-sini. Izin resepsi masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara. Ah, tapi saya tahu apa. Cuma rakyat jelata.” (*)