Perlu Perkuat Chemistry

PEMAIN ASING: Salah satu pemain asing yang dimiliki Arema FC Renshi Yamaguchi dari Jepang punya peluang besar bermain di tim inti.(NMP-Stenley)

NEW MALANG POS, MALANG – Para penggawa Arema FC terlihat belum begitu kuat chemistry-nya di lapangan. Itu terlihat dari dua laga uji coba terakhir.

Sekli kalah 0-1 lawan PSIM Yogyakarta (19/8) dan seri 0-0 lawan Persis Solo (21/8). Masuknya para pemain baru diyakini menjadi faktor besar pemahaman dan penerapan taktik antara satu pemain dengan yang lainnya belum berjalan lancar.

Hal itu disampaikan oleh pelatih Persis Solo Eko Purjianto saat timnya mampu menahan imbang Arema FC. Di samping skuat Persis yang dihuni para pemain bintang, Eko menjelaskan para pemain Singo Edan kurang chemistry untuk bisa menerobos pertahanan timnya. Bahkan di babak kedua, Eko mengaku timnya hanya bermain dengan sepuluh pemain karena salah satu harus diusir wasit.

Baca Juga :  Indonesia dan 19 Negara Dilarang ke Saudi karena Temuan Varian Baru Virus Covid-19

“Saya lihat mereka (Arema FC) ada pemain-pemain yang baru gabung. Saya rasa bagi pelatih tidak mudah membangun chemistry sesegera mungkin di dalam timnya. Jadinya konsep permainan yang dibikin pelatih tidak bisa dijalankan pemain. Dan menurut saya itu memang tidak gampang, perlu beberapa kali uji coba,” tutur Eko kepada New Malang Pos.

Setidaknya ada empat pemain baru yang dikenalkan Arema FC dalam dua bulan terakhir. Diego Michiels menjadi pemain yang paling awal tiba (14/6). Renshi Yamaguchi dan Adilson Maringa dikenalkan berbarengan (23/6), masing-masing dari Jepang dan Brazil. Carlos Fortes dari Portugal jadi pemain yang terakhir dikenalkan (12/7). Keempatnya mendapat kesempatan bermain pada laga uji coba tersebut.

Baca Juga :  Misi Patahkan Mitos Manahan

Eko berpendapat kehadiran pemain yang belum terlalu lama di tim dan belum pernah menjalani laga-laga uji coba akan cukup terasa dampaknya. Salah satunya, yaitu kurangnya chemistry. Hal yang sama terjadi dengan skuatnya yang kedatangan delapan pemain baru sejak 1 Juni 2021.

“Menyatukan pemain yang latihan sejak awal dan baru datang belum lama itu butuh waktu. Pemain harus mengerti soal taktikal apa yang diharapkan pelatih. Kondisi Persis juga sama, makanya saya bersyukur dapat uji coba lawan Arema FC, selama PPKM susah cari lawan,” paparnya.

Baca Juga :  Seluruh RT di Kota Malang Akan Dibekali Oksimeter

Menurut Eko, hasil imbang tanpa gol sedikit memberinya kepuasan. Namun ada banyak hal juga yang harus dievaluasi dari uji coba tersebut. Mengingat Arema FC di tangan pelatih Eduardo Almeida merupakan tim yang bermain dengan cepat lewat umpan-umpan pendek.

“Hasilnya 0-0, memang yang jadi perhatian soal finishing. Arema FC beberapa kali mengancam gawang Persis, tapi bisa diredam. Kita juga punya beberapa peluang tapi gak berbuah gol. Yang jelas ini positif buat kedua tim. Sekalinya uji coba langsung dapat lawan tim Liga 1 sekelas Arema FC. ini uji coba yang berkualitas,” pungkas dia. (abr/jon)

Pilihan Pembaca