Perebutan Sekda Mengerucut, Peluang Ada di Tiga Pejabat Pemkot Malang

118

NewMalangPos– Persaingan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang dimulai. Itu seiring pendaftaran calon Sekda Kota Malang dibuka Senin (15/3) hari ini. Dari sejumlah pejabat yang memenuhi syarat, mengerucut tiga pejabat di internal Pemkot Malang yang berpeluang.

Tiga pejabat itu saat ini sedang menduduki kursi kepala dinas (kadis). Yakni Kepala Disnaker PMPTSP Erik Setyo Santoso ST MT, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Drs Subkhan MAP dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Dr Handi Priyanto AP, MSi.

Seperti diberitakan sebelumnya panitia seleksi (pansel) membuka pendaftaran calon sekda mulai hari ini hingga Jumat (19/3). Selanjutnya pansel mengumumkan siapa saja pendaftar yang lolos secara syarat administrasi, Senin (22/3).

Dalam surat pengumuman pansel, syarat yang harus dipenuhi calon sekda di antaranya berstatus PNS di lingkungan pemerintah provinsi/kabupaten/kota di wilayah Jatim. Kualifikasi pendidikan paling rendah S1/DIV, memiliki pangkat/golongan ruang paling rendah Pembina Utama Muda (IV/C).

Selain itu sedang atau pernah menduduki JPT Pratama paling singkat dua tahun, telah mengikuti dan lulus diklat kepeminpinan Tingkat II. Usia juga penentu. Sesuai syarat,  usia maksimal 56 tahun per 1 April 2021.

Mengacu dari tiga syarat itu, Erik Setyo Santoso, Subkhan MAP dan Handi Priyanto memenuhi persyaratan. Namun hingga berita ini diturunkan, Erik dan Subkhan belum mejawab konfirmasi New Malang Pos.

Handi mengaku belum menentukan apakah akan mendaftar calon sekda atau tidak. “Lho sudah diumumkan (pendaftaran) ya? Saya kalau tak diberitahu ya tak tahu (informasi pendaftaran),” katanya akhir pekan kemarin.

Bursa calon sekda mengerucut di tiga orang pejabat itu juga karena sejumlah pejabat potensial lainnya di Pemkot Malang memberi sinyal tak mendaftar. Tiga pejabat yang tak pastikan tak mendaftar yakni Ir Diah Ayu Kusumadewi MT,  kini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Malang, Zulfikli Amrizal S.Sos MSi menjabat Sekretaris DPRD Kota Malang  dan Ir Ade Herawanto MT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan).

Padahal sebenarnya sudah memenuhi syarat. Masing-masing berpangkat/golongan ruang IV/C dan usianya belum lebih dari 56 tahun dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Ade Herawanto saat dikonfirmasi kemarin mengatakan tak mendaftar.  “Mboten (tidak).  Saya belajar bercocok tanam di perkotaan saja. Lebih menantang,” kata Ade. Berdasarkan catatan New Malang Pos, Ade secara personal dekat dengan berbagai elemen masyarakat di kota pendidikan ini. Ia sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selama lima tahun lebih. Karir birokrasinya lintas instansi. Sebab pernah berkarir di PUPR juga pernah menjabat Kabag Humas Pemkot Malang.

Begitu juga Zulkfili Amrizal. Mantan Kepala Bakesbangpol Kota Malang ini mengungkapkan tak mengikuti seleksi sekda. “Secara usia dan persyaratan lain memang masuk ya. Tapi sementara belum dulu,” ujarnya.

Zul, sapaan akrab Zulkfili Amrizal sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. Ia juga pernah bertugas sebagai Kabag Humas Pemkot Malang. Dari segi usia, ia pun tahun ini masih beranjak usia di angka 50 tahun.  

“Ya gimana ya susah juga jawab kenapa tidak mau. Yang jelas belum dulu lah. Banyak yang lain yang lebih potensial,” kata Zul.

Selain dua pejabat ini terdapat satu lagi yang sebenarnya berpeluang. Ia adalah Ir Diah Ayu Kusumadewi MT. Ini srikandi balai kota. Di sisi pengalaman, Diah sejak tahun 2017 bertugas di balai kota sebagai salah satu asisten setd. Di masa itu hingga 2020 lalu sempat merangkap jabatan sebagai Plt beberapa dinas yang kosong. Di antaranya Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan juga Plt Kepala Dispangtan. Diah saat dikonfirmasi mengatakan tak mendaftar calon sekda. 

Anggota Pansel Terbuka Sekda Kota Malang Nurkholis menjelaskan nantinya seluruh proses, terutama yang membutuhkan pertemuan dengan pansel, akan dilakukan di Pemprov Jatim. 

“Nanti untuk seleksi dan tes semua dilakukan di Kantor BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Jatim,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKD Provinsi Jawa Timur ini.

Menurut agenda tahapan seleksi, proses akan berakhir pada 12 April 2021 yakni dengan pengumuman hasil akhir. (ica/van)