PERAN AKTIF KIMIA HADAPI PANDEMI COVID-19

27

Oleh: Rahmawati Fijriani, S.Si

Staf laboratorium (Laboran) di Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah

Malang, NewMalangPos – Penanganan virus Covid-19  yang masuk kejadian luar biasa dalam kategori dunia perlu usaha luar biasa pula untuk menghadapinya. Tetapi kita bisa memenangkan pertarungan ini. Lembaga pemerintahan memiliki kewajiban dan wewenang dalam melindungi warganya. Namun, pemerintah tidak dapat sendirian menanggung beban ini. Sehingga diperlukan komitmen dari segala pihak untuk turut melakukan kontribusinya masing-masing, sesuai profesi masing-masing maupun sebagai bagian masyarakat yang disebut Republik Indonesia.

Dunia saat ini sedang dilema karena hadirnya virus Covid-19 yang menyebar di seluruh di dunia. Dengan harus tetap menjaga diri dari penyebaran virus Korona, masyarakat juga dituntut untuk terus beraktivitas dan bekerja di luar rumah di tengah masa pandemi Covid-19. Dengan kondisi pemerintah dan masyarakat yang sedang dilema akan musibah ini, ahli bidang kimia memiliki peran nyata dalam menghadapi era pandemi Covid-19.

Belajar kimia selalu dihubung-hubungkan dengan pembuatan bom atau bahan peledak lainnya. Namun sejatinya ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat dan perubahan materi serta energi yang ada di alam ini. Bahkan di dalam tubuh manusia juga tersusun dari senyawa-senyawa kimia dan juga adanya reaksi kimia.  

Kimia adalah bagian dari IPA yang menyandang gelar “The Centra Science” yang artinya ilmu kimia berperan penting dalam menghubungkan antara ilmu pengetahuan yang satu dengan yang lainnya. Dalam ilmu biologi, fisika, geologi, kedokteran dan banyak ilmu lainnya mengandung ilmu kimia karena ada reaksi kimia di dalamnya.           Realita dalam bidang industri ilmu kimia terus berkembang dan menghasilkan penemuan-penemuan baru dari percobaan penelitian di laboratorium. Produk-produk kimia yang dihasilkan banyak kita jumpai di kalangan masyarakat. Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari produk kimia. Kimia begitu dekat dan akrab dengan kehidupan manusia dari hal yang sederhana hingga yang kompleks.

Ahli bidang kimia memiliki peran nyata di era pandemi Covid-19 yaitu dengan memproduksi hand sanitizer, desinfektan hingga vaksin untuk virus Covid-19. Sabun dan hand sanitizer memiliki efektifitasnya masing-masing dalam membunuh virus Korona. Sabun maupun handsanitizer sama-sama memiliki komposisi kimia yang dapat menonaktifkan bahkan membunuh virus Covid-19.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of New South Wales, Australia, menyebutkan bahwa Covid-19 terdiri dari tiga komponen utama, yakni asam ribonukleat, protein, dan lipid. Dinding virus Covid-19 salah satunya terdiri dari serangkaian jaringan lemak bilayer. Sedangkan komponen utama sabun adalah senyawa surfaktan.

Senyawa surfaktan terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah Head (kepala) memiliki sifat hidrofilik (polar) yaitu senyawa yang larut dalam air. Sedangkan bagian lainnya adalah Tail (ekor) memiliki sifat hidrofobik (non polar) yaitu senyawa yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam senyawa non polar seperti lemak. Setiap bagian kepala dan ekor memiliki fungsi masing-masing.

Adapun prinsip kerja dari sabun untuk membunuh virus adalah membentuk emulsi dengan suatu kotoran, di mana bagian ekor yang akan mengikat kotoran, serta bagian kepala yang akan berinteraksi dengan air yang mengalir. Interaksi ini menjadi cukup menarik manakala sabun melakukan kontak dengan virus Covid-19.

Sabun yang kontak dengan virus Covid-19 akan segera bekerja untuk membentuk ikatan kimia antara bagian hidrofobik dari sabun dengan bagian lemak yang ada pada dinding virus. Karena salah satu bagian dinding virus Covid-19 adalah lapisan lemak. Sedangkan bagian hidrofilik dari sabun akan berinteraksi membentuk ikatan kimia dengan air yang mengalir. Sehingga virus Covid-19 pada ekor sabun akan ikut terbawa oleh bagian kepala sabun yang mengalir bersama air.    Sedangkan hand sanitizer sendiri sesuai dengan anjuran WHO terdiri dari beberapa komposisi kimia di antaranya adalah alkohol. Senyawa alkohol merupakan bahan yang efektif untuk membunuh mikroba dan mampu membunuh bakteri-bakteri patogen dalam waktu 10-20 detik.

Alkohol bersifat volatil artinya mudah menguap. Kotoran dan senyawa-senyawa yang menempel pada tangan kita akan ikut menguap bersama alkohol. Oleh karena itu, kita sering membaca pada bahan antiseptik pasti terdapat senyawa alkohol di dalamnya. Melihat keadaan ini, kimia telah mampu membuktikan peran pentingnya bagi keberlangsungan hidup manusia baik di masa era pandemi ataupun masa sebelum pandemi.

Selain itu, masker yang kita gunakan pastinya diproduksi dengan sistem kerja dari kimia yaitu perhitungan kerapatan pori pada bahan masker sehingga virus tidak dapat menembus pori dari bahan masker tersebut. Kimia yang berkolaborasi dengan ilmu farmasi (kimia farma) dan biokimia juga berperan dalam pembuatan obat-obatan yang mampu menghambat penyebaran virus Covid-19 di dalam tubuh manusia.

Penelitian di laboratorium kimia, menggambarkan seseorang menggunakan jas lab, berkacamata safety dan sarung tangan pelindung serta dikelilingi alat-alat gelas dan bahan-bahan kimia. Namun jangan sangka seiring berkembangnya teknologi komputer, penelitian di bidang kimia bukan hanya dilakukan dengan cara penelitian di laboratorium dengan bahan kimia dan alat gelas, melainkan juga dengan penelitian di komputer.

Bidang ini adalah kimia komputasi yang mengolaborasikan antara ilmu kimia dan komputer yang mana mampu melakukan sebuah penelitian mengenai virus Covid-19 ini. Sehingga dari bidang ilmu kimia komputasi ditemukannya penemuan vaksin untuk menangani pasien terinfeksi virus Covid-19 sehingga virus Covid-19 dalam tubuh pasien dapat terkalahkan oleh vaksin dan pasien dapat segera sembuh. Dengan banyak pasien tervaksin dapat mengurangi potensi rasio kematian akibat virus Covid-19. Vaksin juga dapat diaplikasikan pada masyarakat sehat untuk pencegahan penularan virus Covid-19. 

Maka dari sini, kontribusi kimia dalam upaya pencegahan dan penanganan virus Covid-19 ini begitu nyata. Kimia mampu membuktikan bahwa kehidupan tanpa kimia itu tidak akan ada. Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai ilmu di dalamnya. Kimia mampu hadir dalam segala aspek kehidupan dan kehidupan tidak akan pernah luput dari kimia, baik sebelum era pandemi maupun setelahnya.(*)