Penting! Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks, Ini Alasannya

Apa yang Anda lakukan setelah berhubungan seks? Pillow talk, tidur atau berpelukan? Boleh-boleh saja, tapi jangan lupa pipis setelah berhubungan seks.( iStockphoto/patchanan promunat/ CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos – Apa yang Anda lakukan setelah berhubungan seks? Pillow talk, tidur atau berpelukan?
Boleh-boleh saja, tapi jangan lupa pipis setelah berhubungan seks.

Dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (25/7),mungkin ini terdengar sepele tetapi buang air kecil sangat penting setelah berhubungan seks.
Alyssa Dweck, ahli ginekologi, menuturkan manfaat terbaik dari buang air kecil setelah hubungan seksual adalah membantu mengurangi risiko infeksi saluran kencing. Buang air kecil akan mendorong keluar kuman termasuk bakteri, jamur, virus.

“Pipis sebelum dan sesudah hubungan seks, aliran urine secara instan membersihkan dan mendorong bakteri yang bisa masuk saluran kencing. Pipis sebelum hubungan seks bisa juga bermanfaat karena itu mendekompresi (menurunkan tekanan) kandung kemih agar nyaman,” jelas Dweck mengutip dari Insider.

Baca Juga :  9 Manfaat Kunyit: Atasi Depresi hingga Cegah Kanker

Dia menambahkan buang air kecil memang bermanfaat baik untuk pria maupun wanita. Namun untuk wanita pipis setelah seks punya manfaat lebih. Dilihat dari anatominya, uretra, vagina dan rektum letaknya berdekatan, hal ini menyebabkan kuman lebih berisiko berpindah dari rektum mendekati uretra sangat besar sehingga sangat penting untuk buang air kecil setelah hubungan seks.

Melansir dari Medical News Today, buang air kecil pada pria juga membawa manfaat tetapi tidak sebesar pada wanita. Pada anatomi pria, uretra lebih panjang dan jauh dari rektum. Risiko kuman dari area genital menuju kemih terbilang lebih kecil.

Baca Juga :  5 Cara Sederhana Agar Mata Jernih Berbinar

Bagaimana jika belum ada dorongan untuk pipis? Saat belum ada sinyal tubuh untuk buang air kecil, rasanya malas bergerak dari kasur menuju kamar mandi.
Melansir dari Healthline, ada beberapa cara agar ada aktivitas buang air kecil.

  • Minum lebih banyak air, lebih banyak air yang dikonsumsi, semakin kemih meregang. Kemudian ini menimbulkan keinginan untuk buang air kecil.
  • Stimulasi suara, menonton atau mendengarkan suara aliran air bisa menstimulasi keinginan kencing.
  • Duduk di toilet, ambil waktu untuk duduk di toilet sebagai rangsangan agar kemih mengeluarkan isinya.
    (els/chs/cnni/ley/nmp)
Pilihan Pembaca