Pengajian Majelis Ta’lim Qurrota A’Yun TP PKK Kota Malang

pengajian
Wali Kota Malang Sutiaji memberikan siraman rohani tausiyah dalam pengajian Majelis Talim Qurotta Ayun TP PKK Kota Malang.

MALANG, NewMalangPos – Waktu 10 hari terakhir di bulan Ramadan ini dimanfaatkan Majelis Ta’lim Qurrota A’Yun TP PKK Kota Malang untuk menggelar pengajian bersama Wali Kota Malang H. Sutiaji. Acara digelar Rabu (5/5), di Ballroom Kartini Imperial Building, Kota Malang.

Ketua TP PKK Kota Malang Hj Widayati Sutiaji menegaskan, kegiatan ini menjadi salah satu pengisi masa bulan puasa dan akan menjadi tradisi di lingkungan PKK Kota Malang.

“Di bulan Puasa ini mari kita isi dengan tindakan-tindakan dan ibadah yang baik. Jamaah Majelis Ta’lim Qurrota A’Yun TP PKK Kota Malang memulai dengan pengajian seperti ini,” kata Widayati yang memberi sambutan dengan bahasa Jawa kromo.

Baca Juga :  28 Penari Ramaikan Pentas Budaya Untuk Indonesia

Ia menegaskan, ibadah puasa menjadi ladang amal dan ibadah. Tindakan dan perkataan harus lebih dijaga dan diselaraskan dengan niat ibadah puasa. Kata puasa dalam bahasa Arab “Shaum” berasal dari 3 huruf. Pertama yakni “Shod” yang berasal dari kata “Sumtum” yang artinya diam. Dan kata kedua “Wawu” dari kata “Waro’un atau Wiro’i” yang artinya menjauhi yang tercela. Dan ketiga kata “Mim” yang artinya mencegah perbuatan menimbulkan puasa batal.

“Kata-kata tersebut memiliki makna yang sangat baik untuk diamalkan selama bulan puasa. Maka di akhir bulan puasa, amal ibadah puasa dapat kita terima Allah SWT,” ujarnya.

Baca Juga :  Genjot Transaksi Online Pariwisata dengan QRIS

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mendapatkan kesempatan memberi tausiyah. Selama kurang lebih 30 menit lamanya, Sutiaji memberikan contoh nilai-nilai yang harus diamalkan kaum muslim agar ibadah puasa bermakna.

Tidak hanya itu, Sutiaji juga mengingatkan agar di bulan puasa ini selain mengamalkan ibadah puasa dan amalan sunah lainnya, masyarakat juga harus saling menjaga satu sama lain.

“Karena manusia tidak hanya bertanggung jawab pada sang penciptanya saja, tetapi juga sesamanya manusia dan lingkungan sekitarnya,” jelas Sutiaji.

Itulah mengapa menurutnya, kegiatan pengajian seperti ini dapat terus dilakukan dan dirutinkan. Tidak hanya selama bulan puasa tetapi juga momen-momen lainnya. (ica/aim)

Baca Juga :  Angka Kesembuhan Covid-19 Meningkat