Pengabdian Mahasiswa UM, Gelar PETASAN Untuk Warga Bunulrejo

PEDULI: Ketua Tim Mahasiswa, Krisdiyanto (kanan) dan Pendiri TBM Sebuku Muh. Rukhan membagikan paket sembako kepada warga

MALANG, NewMalangPos – Tidak sedikit orang tua yang mengalami kesulitan membimbing anak-anak belajar virtual. Salah satu alasannya, karena keterbatasan mereka menguasai teknologi. Banyak yang akhirnya memiliki sistem asinkron. Belajar daring namun tidak secara langsung.

Hal ini menjadi perhatian mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Empat mahasiswa dari Prodi Perpustakaan dan Bahasa Inggris memberikan Pelatihan Literasi Digital dan Literasi Kesehatan (PETASAN) kepada sejumlah orang tua. Tempatnya di Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Sebuku Bunulrejo.

Kegiatan tim mahasiswa ini merupakan implementasi dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini mendapat dukungan dari PNBP Universitas Negeri Malang. Empat mahasiswa tersebut adalah Krisdiyanto, Tri Yuliana, Rizal Yahya Luthfian dan Yuliana Septiani. Dengan dosen pembimbing Moh. Safii, S.Kom, M.Hum.    

Tim mahasiswa ini berbagi pengetahuan tentang literasi digital. Beberapa orang tua, tampak antusias dengan kegiatan tersebut. Terutama ibu-ibu yang setiap hari mendapat tugas membimbing anak-anaknya.

Baca Juga :  UMM Teken Kerjasama Pengembangan Eco dan Edu Park

Ketua Tim Krisdiyanto mengatakan, timnya menemukan masih banyak orang tua yang mengalami kendala dalam kegiatan belajar virtual. Terutama saat mendampingi anak-anaknya mengerjakan soal-soal yang diberikan guru. “Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Karena belum mengerti penggunaan aplikasinya,” ucapnya saat ditemui New Malang Pos. 

Maka dalam sebuah kesempatan, pada Rabu (11/8) lalu, tim mahasiswa UM ini mengadakan pelatihan literasi digital dalam rangka mendukung pembelajaran daring. “Pelatihan ini didasari kondisi saat ini yang menerapkan pembelajaran online dan kasus covid yang terus meningkat,” ujarnya.

Rizal Yahya Luthfian mengatakan, dalam pelatihan Literasi Digital timnya melakukan sosialisasi, edukasi dan praktik. Para peserta dilatih cara mencari informasi dan mengkonfirmasi sebuah informasi. 

“Pelatihan  literasi digital diberikan untuk memberikan bekal pada orang tua supaya tetap mengikuti pembelajaran daring. Mereka juga kami berikan bekal akses internet agar tidak termakan isu-isu hoax,” katanya.

Baca Juga :  Unmer Bekali Softskill Calon Wisudawan

Belajar virtual erat kaitannya dengan dunia internet. Maka mahasiswa juga memberikan arahan supaya orang tua tidak terjebak ke konten-konten hoax. Hal itu penting mengingat dunia Maya saat ini banyak bertebaran isu atau informasi yang tidak benar.

Selain itu, Dalam materi literasi digital mahasiswa juga mengenalkan pada orang tua beberapa aplikasi yang sering digunakan guru dalam pembelajaran daring. Seperti google meet, zoom meet dan semacamnya. Dengan tujuan, orang tua menjadi kenal dan terbiasa dengan aplikasi tersebut. “Setidaknya tidak canggung lagi saat mendampingi anak belajar dari rumah,” ujar Tri Yuliana menambahkan.

Sedangkan terkait Literasi Kesehatan dijelaskan oleh Yuliana Septiani. Ia mengatakan saat ini masyarakat sedang menjalani kehidupan di masa pandemi covid-19. Setiap orang berpotensi untuk terjangkit virus tersebut. “Di berbagai media sosial ada banyak info kesehatan yang direkayasa. Sehingga masyarakat butuh literasi kesehatan,” terangnya.

Baca Juga :  ITN Malang, Edukasi Warga Bangun Rumah Tangguh

Literasi kesehatan diarahkan pada perilaku hidup sehat dengan menjaga diri dan lingkungan. Yuliana berharap pandemi covid tidak sampai membuat warga masyarakat panik dan terbebani. Tetapi tetap melaksanakan aktivitas dengan pola dan perilaku protokol kesehatan. Sehingga tetap hidup sehat dan produktif.

Sementara itu, Pendiri TBM Sebuku Muh. Rukhan menyampaikan apresiasinya terkait peran serta mahasiswa dalam membimbing dan memberikan edukasi literasi digital kepada warga. Literasi merupakan bagian dari motivasi berdirinya Taman Baca Teras. “Kami sangat berterimakasih atas inisiatif mahasiswa. Semoga kedepan bisa semakin bersinergi dengan Universitas Negeri Malang,” ucapnya kepada New Malang Pos. (adv/imm)

artikel Pilihan