Pengabdian Dosen PBI UMM, Kembangkan Konsep Belajar Multiliterasi

BIMBINGAN: Tim dosen Prodi PBI UMM memberikan pelatihan konsep belajar multiliterasi kepada guru-guru SMA Aisyiyah Boarding School Malang. (FOTO: IST/NMP)

Malang, NewMalangPos – Pandemi covid-19 memaksa perubahan pada sistem pendidikan di Indonesia. Inovasi model pembelajaran pun tak bisa dielakkan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Tak terkecuali SMA Aisyiyah Boarding School Malang.

Selama belajar dengan sistem daring skenario pembelajaran tidak selalu dapat terlaksana seutuhnya di sekolah ini. Model pembelajaran yang dipilih perlu disesuaikan lagi dengan kondisi sekolah dan karakteristik peserta didik. Dan pemanfaatan teknologi dan informasi sudah menjadi keharusan.

Hal itulah yang mendorong tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengadakan pelatihan pengembangan model pembelajaran berbasis multiliterasi. Mereka adalah Arti Prihatini, Sugiarti, dan Uun Zulfiana. Ketiganya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Turun Level

Arti Prihatini mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan selama tiga bulan dengan tiga kali pertemuan secara luring sesuai dengan protokol kesehatan. Selanjutnya pertemuan dilaksanakan secara daring.

Kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 15 guru SMA Aisyiyah Boarding School Malang. Materi yang disampaikan seputar pembelajaran multiliterasi dan implementasinya dalam pembelajaran. Konsep multiliterasi didukung oleh pemanfaatan beragam bentuk sumber belajar, baik teks, audio, visual, dan sebagainya. “Tujuan dari implementasi multiliterasi agar siswa benar-benar dapat memanfaatkan informasi dari beragam sumber dengan cermat dan kritis,” terangnya.

Baca Juga :  Musik Orkestra Buka Gebyar HUT ke-25 LPI Sabilillah dan SDI Sabilillah Malang

Selain itu, lanjut Arti, pembelajaran multiliterasi pun mampu menstimulasi keterampilan berpikir kritis. Karena siswa perlu menyeleksi dan mengolah beragam informasi tersebut. Hal itu sejalan dengan program Merdeka Belajar yang menuntut adanya penguatan kegiatan literasi.

Tim dosen juga menyampaikan pengetahuan dasar model pembelajaran berbasis multiliterasi. Dalam pelatihan tersebut dibentuk beberapa kelompok berdasarkan rumpun ilmu. Yakni ilmu sains, bahasa, sosial, agama, serta teknologi dan olahraga. “Dari diskusi kelompok ini, setiap guru pada akhirnya mampu menghasilkan model pembelajaran multiliterasi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu,” ujarnya.

Sugiarti menjelaskan, pelatihan itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru. Hasil diskusi dapat sekaligus dijadikan bahan penelitian dan dimanfaatkan dalam penulisan artikel ilmiah. Model pembelajaran yang sudah dihasilkan para guru dapat diaplikasikan langsung dalam pembelajaran.

Baca Juga :  Ingin Raih Segudang Prestasi, Pilih SMK PIM

“Kami berharap pengabdian ini memberikan manfaat bagi guru yang perlu banyak adaptasi dengan berbagai kemajuan teknologi informasi. Beragam inovasi pembelajaran menjadi sebuah kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Aisyiyah Boarding School Malang Ekanita Rakhmah mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh para dosen UMM ini. “Kami mengapresiasi positif kegiatan pelatihan ini sebab para guru dapat mengembangkan kreativitasnya untuk menghasilkan inovasi model pembelajaran,” katanya. (imm/)

artikel Pilihan