Penerbangan Pesawat Komersil Bandar Udara Abdulrachman Saleh Dibuka, Penumpang Wajib Penuhi Dokumen Syarat Terbang

KEMBALI BEROPERASI: Pesawat Batik Air yang membawa penumpang dari Jakarta setelah landing di Bandar Udara Abdulrachman Saleh beberapa waktu lalu. (NMP-Stenly Rehardson.)

NEW MALANG POS, MALANG – Kembali dibukanya Bandar Udara Abdulrachman Saleh untuk penerbangan pesawat komersil mendapat respon positif masyarakat. Terbukti banyak penumpang yang datang maupun berangkat dari bandara yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini.

Sesuai data UPT Bandar Udara Abdulrachman Saleh, selama 10 hari terakhir yakni mulai tanggal 7-17 Januari 2022, penumpang yang datang mencapai 2.572 orang. Sementara penumpang yang berangkat mencapai 2.577 orang.

“Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi memang ada penurunan jumlah penumpang. Tetapi jika dihitung sejak dibuka sampai dengan hari ini (kemarin, red) ada peningkatan jumlah penumpang,” ucap Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko.

Baca Juga :  Terdampak Pandemi Covid-19, Ratusan Warga Tidak Mampu Dapat Bansos

Dihubungi  New Malang Pos, Cahyo sapaan akrabnya mengatakan, selama pandemi Covid-19 Bandara Abdulrachman Saleh beberapa kali ditutup untuk penerbangan komersil. Penutupan karena untuk menekan angka penyebaran Covid-19. “Memang sempat ditutup untuk penerbangan komersil. Tetapi  sejak beberapa bulan lalu sudah dibuka,’’ katanya.

Selama dibuka untuk penerbangan komersil, ada dua pesawat yang datang dan berangkat dari bandara ini. Yaitu Citilink dan Batik Air. “Khusus hari Rabu dan Sabtu ada tambahan satu flight (penerbangan), yakni pesawat Garuda. Semuanya rute Jakarta-Malang-Jakarta,’’ ujarnya.

Ia menguraikan untuk pesawat Batik Air landing di Bandara Abdulrachman Saleh pukul 11.33 dan kembali take off pukul 12.35. Sedangkan pesawat Citilink landing pukul 10.45 dan take off pukul 11.20. Untuk penerbangan pesawat Garuda, landing pukul 10.00 dan take off pukul 10.45.

Baca Juga :  Bakso Duro, Kuliner Wajib di Kota Kepanjen; Empuk Saat Digigit dan Mudah Dikunyah

Cahyo menambahkan selama penerbangan komersil dibuka, bandar udara ini menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Pihak bandara tak segan menolak penumpang jika mereka tidak memenuhi dokumen persayaratan terbang.

Dia menyebutkan, jika penumpang yang berangkat dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh wajib menunjukkan hasil negatif swab antigen berlaku 1×24 jam bagi yang sudah vaksin 2 kali. Atau hasil negatif PCR berlaku 3×24 jam bagi calon penumpang yang baru 1 kali vaksin. Aturan itu diberlakukan sesuai peraturan dari pemerintah pusat.

Disinggung dengan penumpang yang ditolak, Cahyo mengatakan ada. Namun dia tidak merinci jumlah penumpang yang ditolak. “Kalau tidak membawa dokumen sesuai yang disyaratkan otomatis tidak boleh masuk. Kami cukup ketat untuk itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Demi Latihan, Penggawa Singo Edan Ngungsi ke Kabupaten Sukoharjo

Lalu bagaimana dengan nasib penumpang yang ditolak, Cahyo mengatakan semua kewenangannya ada pada maskapai penerbangan. “Saat membeli tiket pesawat, penumpang sudah mengetahui syaratnya. Sehingga saat ada syarat yang kurang, kewenangannya ada pada maskapai penerbangan. Yang jelas aturan di kami sesuai dengan peraturan pusat,” tandasnya.(ira/agp)

artikel Pilihan