UTBK Rawan Covid-19

NEW MALANG POS- Hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (5/7) kemarin dievaluasi. (baca grafis, red)  Wali Kota Malang Sutiaji yang beri catatan. Tujuannya untuk tangkal dini Covid-19.

Di UB, orang pertama di Pemkot Malang itu memantau langsung beberapa ruangan ujian sebelum ditempati peserta. Sutiaji menyatakan persiapan yang dilakukan UB sudah bagus sesuai standar protokol pencegahan Covid-19.

Hanya saja, ia mendapati sesuatu yang sederhana namun dianggapnya kurang pas. Yakni layanan penitipan barang calon mahasiswa baru (maba). Dianggapnya belum steril di gedung Filkom.

Sutiaji mendapati barang-barang peserta ditumpuk. Bersentuhan satu sama lain. “Ini perlu diperhatikan. Transmisi virus juga bisa dari satu barang ke barang yang lain,” evaluasinya.

Penumpukan barang terjadi di Gedung Filkom UB pada sesi pertama ujian. Barang baru dikumpulkan setelah memasuki gedung ujian. Harusnya kata Sutiaji, barang-barang peserta dikumpulkan di tempat transisi di tempat yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak bersentuhan.

“Sebaiknya masuk gedung sudah tanpa barang. Tidak usah dibawa masuk dan dititipkan di transisi agar tidak sampai ada penumpukan barang,” tuturnya.

Masalah lain juga menjadi catatan di gedung Filkom. Yakni peserta baru cuci tangan dan diukur suhu tubuh saat akan masuk ruang ujian. Sementara di ruang transit saat berkumpul dalam keadaan belum aman, hanya jarak saja yang diatur. Seharusnya sebelum masuk ruang transit kondisi peserta sudah bersih.

“Dari awal kami sudah mengimbau agar pelaksanaan UTBK mengedapan protokol kesehatan, masih ada beberapa kekurangan. Tapi memang antara teori dan praktek tidak sama,” katanya.

Menanggapi saran Wali Kota Sutiaji, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS mengatakan pihaknya sejak awal sudah mempersiapkan semaksimal mungkin. Agar UTBK berjalan baik, aman dan lancar.

Kejadian di Filkom menjadi koreksi sekaligus perbaikan untuk sesi berikutnya. Nuhfil mengatakan, aturan di gedung lain seperti di Fakultas Kedokteran, Pertanian, FIA dan lainnya berbeda.

Peserta masuk ruang transit sudah dalam keadaan aman. Tangan sudah dicuci dan suhu sudah terdeteksi. Sehingga tinggal menunggu masuk ruangan ujian. “Kita upayakan agar aturan tersebut disamakan. Saran Pak Wali Kota langsung kita respon,” katanya. 

Jumlah pendaftar UTBK di UB 19.859 orang. Peserta yang harusnya hadir hari pertama 1.090 orang. Namun 4 persen di antaranya tak hadir.  Ruang lab komputer untuk ujian disiapkan sejumlah 56 lab dan 1.090 komputer yang terbagi ke 17 lokasi.

Jarak antarkomputer diatur satu meter dan pengurangan 50 persen dari jumlah semestinya. UB menerjunkan 900 pengawas secara bergantian. Sebelumnya untuk memastikan bahwa panitia dan pengawas aman dari covid-19, UB bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan mengadakan rapid rest untuk 1.000 orang, pada Kamis (2/7) lalu.

Ketua Pusat UTBK UB Prof. Dr. Aulanni’am, deh. DES berharap UTBK 2020 di masa pandemi Covid-19 berjalan lancar. Semua yang akan masuk UB diminta memenuhi protokol kesehatan. “Kita harus mempersiapkan karena selama pandemi Covid-19 ini banyak hal yang terjadi. Kita berdoa untuk lancarnya pelaksanaan UTBK. Sehingga nantinya semua berjalan lancar sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya.

Pantauan New Malang Pos, menjelang pukul 09.00 WIB waktu dimulainya UTBK, para peserta secara bergantian diminta cuci tangan dengan sabun yang disediakan panitia. Lalu cek suhu badan oleh petugas.  Semua memakai masker dan sarung tangan.

Selanjutnya dengan mengatur jarak peserta mengambil kartu ujian dan memasuki ruang ujian sesuai nomor yang sudah ditentukan.  Masing-masing ruangan, komputer dan fasilitas yang akan dipakai ujian disterilkan menggunakan disinfektan. Tujuannya  untuk memastikan fasilitas yang akan dipakai peserta aman.

Sebagaimana diketahui UTBK tahun 2020 diselenggarakan serentak mulai 5- 14 Juli 2020 dan 20- 29 Juli 2020. Total pendaftar UTBK di seluruh Indonesia yang tercatat di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebanyak 703.875 peserta.

Sementara itu, Diah salah satu peseta mengaku tidak menemukan kendala yang berarti selama proses ujian. Hanya saja dia merasa tidak nyaman dengan kaos tangan yang dipakai. “Saya marasa gatal-gatal itu saja. Tapi yang lain-lainnya lancar dan semua aturan kesehatan menurut saya sudah bagus,” ujarnya.(imm/lin/van)