UB Kembali Berangkatkan Nakes ke Mamuju

new malang pos
Tim bantuan dari Universitas Brawijaya gelombang kedua untuk korban bencana di Mamuju bersiap terbang ke Sulawesi.

NewMalangPos, MALANG – Mamuju Sulawesi Barat butuh banyak bantuan. Akibat gempa bumi yang melanda beberapa hari yang lalu, banyak korban yang terdampak. Universitas Brawijaya (UB) pun kembali mengirim bantuan, gelombang kedua. Setelah yang pertama berangkat (21/1) lalu.

Rektor UB  Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS secara resmi memberangkatkan 21 tenaga kesehatan. Keberangkatan Tim gabungan Fakultas Kedokteran UB dan RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang ini difasilitasi oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh dengan pesawat TNI AU Hercules. Mereka menyusul dua anggota tim yang telah tiba sebelumnya.

Pelepasan Tim Emergensi Medis atau Emergency Medical Team (EMT) ini dilakukan secara daring. Diikuti oleh jajaran wakil rektor, perwakilan komandan Lanud Abdulrachman Saleh, dekan fakultas, direktur RSUD dr. Saiful Anwar beserta jajaran dan direktur RSUB beserta jajaran.

Agenda yang akan dilakukan di hari pertama tim ini adalah koordinasi dengan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, melakukan orientasi terhadap pasien, serta melanjutkan rencana yang sudah disusun oleh tim sebelumnya dari Universitas Hasanudin Makassar.

Dekan FK UB Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A (K) dalam sambutannya menuturkan, UB memiliki tanggung jawab moral dalam menghadapi bencana ini dengan memberikan yang terbaik sesuai kompetensi yang dimiliki. Dalam fase tanggap darurat ini Civitas UB berharap bisa membantu khususnya dalam pelayanan di bidang kesehatan.

“Dan Ini bukan yang pertama kali dilakukan, dulu kami pernah membantu bencana di Palu dan Lombok. insya Allah tim EMT selalu solid dan siap sedia dalam penanganan bencana,” katanya.

Direktur RSSA Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An., KAP., KIC. mengatakan konsep dasar sebuah rumah sakit harus mempunyai Hospital Disaster and Epidemic Plan. RS ada bukan hanya untuk sekadar menolong orang yang datang. Tetapi juga menolong mereka yang berada di luar RS yang mengalami musibah karena bencana. “Semoga teman-teman tim bisa melakukan pekerjaannya dengan aman, lancar, dan barokah,” ucapnya.

Tim EMT akan berada di Mamuju selama delapan hari. Total tenaga kesehatan yang diberangkatkan adalah 23 orang yang terdiri dari 13 dokter dan 10 perawat, dengan berbagai spesialisasi. Yaitu Emergency Medicine, Ilmu Penyakit Dalam, Orthopedi, Anastesi dan Terapi Intensif, Ilmu Kesehatan Anak, Manajeman Bencana, Perawat Anastesi, Perawat IGD. Perawat IBS, Perawat Ilmu Kesehatan Anak, dan Perawat Ilmu Penyakit Dalam. (imm/jon)