Tumbuhkan Empati, Galang Bantuan Untuk Warga Flores

new malang pos
Relawan yang juga pendidik Drs. Jero Alit (kiri) dan Sulaiman Sulang, SS menerima bantuan dari Lazismu Kota Malang untuk korban bencana di Flores.

NewMalangPos, MALANG-Senang rasanya bantuan itu sudah sampai di Flores. Perjuangan dan susah payah tim penggalang bantuan tidak sia-sia. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaga. Bahkan juga finansial. Siang malam harus keliling untuk menjemput barang dari rumah ke rumah.

Perjuangan mereka akhirnya terbayar. Sebanyak sepuluh karung pakaian layak pakai dan obat-obatan sudah sampai di Flores. Empat hari lalu, bantuan itu sudah diterima oleh masing-masing warga yang terdampak bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Flores Nusa Tenggara Timur.

Guru SMKN 6 Malang Sulaiman Sulang, SS menangis haru saat menerima foto-foto bantuan sudah sampai pada warga korban bencana.

“Saya sampai menangis, senang melihat bantuan yang kita perjuangkan selama berhari-hari sudah sampai ke saudara kita yang disana,” ujarnya siang.

Sebagaimana diketahui bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Flores Nusa Tenggara Timur, akhir November 2020 lalu berdampak sangat besar terhadap penduduk sekitar. Warga banyak yang mengungsi. Mereka butuh bantuan, baik berupa makanan, pakaian dan obat-obatan.

Kondisi tersebut menggerakkan hati para relawan yang di Malang. Diantaranya dari kalangan pendidik dan juga dukungan dari Keluarga Besar Warga Flores yang ada di Malang.

Sulaiman mengatakan setelah bantuan terkumpul, tim relawan juga dihadapkan dengan proses pengiriman yang tidak mudah. Menggunakan jasa pengiriman komersil butuh biaya besar. Akhirnya relawan sendiri yang mengantar ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Malam-malam barang kita antarkan untuk kita titipkan di kapal yang akan menuju Flores,” katanya. 

Penjemputan barang berupa pakaian layak pakai ke rumah-rumah warga juga melibatkan siswa. Barang yang terkumpul kemudian disortir. Dipilah antara pakaian dewasa dan anak-anak. Untuk selanjutnya dikemas dan didistribusikan.

Guru SMP Negeri 9 Kota Malang Drs. Jero Alit, yang juga melibatkan diri dalam tim relawan mengatakan, inisiatif untuk membantu korban erupsi gunung Ile Lewotolok Lembata Flores diumumkan lewat media sosial. Dan ternyata direspon cepat oleh masyarakat, termasuk dari Lazismu Kota Malang.

Bantuan pun setiap hari berdatangan. Sebagian besar dijemput, tapi ada juga yang diantar ke posko relawan di SMKN 6 Malang. “Apa yang kami lakukan tidak sia-sia. Bantuan dari para donatur dan penyumbang pakaian kini sudah dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan,” katanya.

Pustakawan SMPN 9 Kota Malang ini mengungkapkan, bahwa gerakan sosial tim relawan dipublish di media, tujuannya bukan untuk pamer. Melainkan sebagai pembelajaran bagi para siswa.

Menurutnya di kegiatan sosial tersebut, mengandung banyak nilai yang terkonsep dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Muatannya meliputi karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

“Ini pembelajaran langsung bagi siswa. Di tengah kondisi sulit seperti saat ini rasa empati terhadap orang lain perlu untuk ditumbuhkan,” terangnya.

Selain PPK, Kota Malang juga mengajarkan lewat jargonnya Malang Bermartabat. Diterapkan dengan sikap religius dan toleransi kepada sesama.

“Satu aksi sinergi untuk kehidupan. Tanpa memandang perbedaan ras, suku dan agama,” paparnya.

Penggalangan bantuan dimulai tim relawan sejak 10 Desember 2020. Kemudian dikirimkan pada 14 Desember 2020. Bantuan sampai Flores sekitar seminggu setelahnya.

Salah satu donatur, Muslikah mengatakan hatinya tersentuh saat melihat orang lain dalam kesulitan. Apalagi mereka yang terdampak atau korban bencana alam. Oleh karenanya, tanpa pikir panjang ia menyumbangkan sebagian hartanya untuk kepentingan warga Flores.

“Karena mereka itu saudara kita juga, sebangsa dan setanah air. Semoga sedikit apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk mereka,” harap pendiri Bank Sampah Griya Resik Banjarejo Pakis ini. (imm/adv/jon)