Tingkatkan Mutu SDM Guru dan Tendik

new malang pos
Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur Hari Wahjono, S.Pd., M.Pd

SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

NewMalangPos, MALANG-SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur punya kualitas dan ciri khas yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Dengan karakteristik yang dimilikinya itu SMAN Taruna Nala terus melakukan peningkatan kualitas. Sehingga tahun demi tahun, lulusan yang dihasilkan punya kompetensi yang komplek. Berdaya saing dan memiliki karakter yang unggul.

Kehebatan lulusan SMAN Taruna Nala tentu tidak lepas dari kualitas SDM pendidik dan tenaga kependidikan. Maka dari itu, dari sisi SDM tetap dijaga dan terus dilakukan peningkatan. Dan ini menjadi tanggungjawab kepala sekolah.

Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur Hari Wahjono, S.Pd., M.Pd., punya konsep untuk peningkatan mutu SDM guru dan karyawan. Supervisi menjadi satu upaya yang tidak dikesampingkan. Dalam satu semester minimal satu kali ada supervisi yang dilakukan olehnya.

Sebab sebagai kepala sekolah, ia pun tidak lepas dari tuntutan tiga kompetensi. Yakni manajerial, supervisi dan kewirausahaan.

“Semua lini ini akan kita gerakkan. Dimulai dengan menata manajemen hingga supervisi pendidik dan tenaga kependidikan,” katanya.

Ia memaparkan, supervisi dilakukan di beberapa aspek. Diantaranya ada akademis dan klinis. Sisi akademis meliputi proses pembelajaran di kelas. Mulai dari persiapan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, metode dan starategi pembelajaran hingga kompetensi keilmuan guru.

“Kompetensi pada guru itu sendiri ada empat. Pedagogik, profesional, sosial dan personal. Semua itu harus terpantau perkembangannya,” paparnya.

Sementara di sisi klinis lebih pada kemampuan guru memecahkan masalah. Guru juga berperan sebagai konseling untuk medampingi siswa saat mempunyai permasalahan dan persoalan di sekolah.

“Tentunya dengan pendekatan-pendekatan tertentu. Sehingga tugas guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik dan membimbing,” tandasnya.

Dari upaya supervisi inilah kata Hari, kepala sekolah bisa memantau kemampuan dan perkembangan kompetensi setiap guru dan tenaga kependidikan. Tujuannya untuk memonitor setiap kinerja SDM.

“Kami mencoba menggali potensi dari button up, untuk bisa dikembangkan. Melalui supervisi inilah kita bisa tau kemampuan setiap individu guru dan tenaga kependidikan disini,” terangnya.

Ia melanjutkan, yang paling penting dari sebuah supervisi adalah tindak lanjut. Untuk perbaikan di semester selanjutnya. Tindak lanjut itu berupa program-program strategis untuk peningkatan kompetensi.

Seperti program penambahan wawasan melalui diklat atau workshop dengan mendatangkan pihak yang kompeten sebagai pemateri.

“Apa yang dirasa lemah di semester lalu kita diklatkan, bahkan sampai pada level security. Semua sektor kita tata, karena yang paling penting bagi kami itu layanan terbaik pada masyarakat,” tukasnya.

Dalam kegiatan supervisi kepala sekolah melibatkan bebera guru senior dan juga para wakil kepala sekolah.

“Kami punya tim guru senior untuk ikut membantu proses penilaian teman-teman dalam meningkatkan kompetensinya,” kata Hari.

Peningkatan mutu dan kualitas SDM menjadi keharusan bagi SMAN Taruna Nala. Sebab semua proses pendidikan dan pembinaan yang ada di sekolah hingga di asrama siswa, pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan anak didik yang berkualitas. Tidak hanya akademis tetapi juga non akademis.

Dan siswa-siswi SMAN Taruna Nala sejak awal digembleng menjadi generasi yang siap menjadi pemimpin. Maka segala proses yang berkaitan dengan karakter, sikap, perilaku, mental dan spiritual, menjadi yang utama. “Untuk mencapai itu, tidak bisa hanya dari siswa, tetapi juga SDM guru harus berkualitas,” pungkasnya. (imm/jon)