Tingkatkan Kualitas Pangan, PMM 2 Gelombang 5 UMM Bagikan Bibit Sawi

NEW MALANG POS
SEMAI: Kegiatan penyemaian bibit sawi dan sawi yang telah dipolybag untuk dibagikan ke warga.

NEW MALANG POS, MALANG – Untuk meningkatkan kualitas pangan di masa pandemi ini, Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PPM). Diantaranya PPM kelompok 2 gelombang 5 UMM yang beranggotakan R Mohamad Javier, Fladinish Shinta, Dessy Aurellia dan Fadhil Ihsan.

Kelompok ini yang diketuai oleh Safrina Citra ini melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah Mertojoyo, Kota Malang, Minggu (06/09/2020) lalu. Kegiatannya berupa bakti sosial dengan membagikan 50 paket bibit sawi beserta polybag dan pupuk organiknya. Sasaran kegiatan peduli dampak Covid-19 ini antara lain warga Kelurahan Mertojoyo dan sekitarnya agar mampu meningkatkan kualitas pangan di masa pandemi ini.

Ketua PMM 2 Gelombang 5 UMM, Safrina Citra mengaku bakti sosial ini bertujuan untuk membantu meringankan beban sebagian masyarakat Kota Malang utamanya daerah Mertojoyo yang terdampak pandemi Covid 19.

BERBAGI: Bibit sawi dan sawi polybag dibagikan kepada warga RW 10 Mertojoyo.

Menurutnya bantuan paket bahan pangan yang terdiri dari bibit sawi, polybag beserta pupuknya ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di masa sulit ini. 

“Alhamdulillah kami masih bisa berkontribusi membantu masyarakat lain yang lebih membutuhkan dari hasil produksi  sayuran paguyuban kami sendiri, sekaligus mengasah kepedulian kami terhadap sesama,” ungkap Safrina Citra.

Sementara itu, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) Kelurahan Mertojoyo saat ini juga aktif dalam bercocok tanam. Mereka sangat senang dengan kegiatan pembagian bibit sawi ini karena bermanfaat untuk kualitas pangan mereka.

Sedangkan Ketua RW dan Ketua RT setempat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial hasil sinergi Paguyuban PMM 2 Gelombang 5 UMM beserta DPPM UMM ini. Menurut mereka kegiatan di masa pandemi ini masih cukup jarang yang kaitannya pangan. Ketua RW 10, Baroni menegaskan di era pandemi Covid-19, peran serta elemen masyarakat di sektor pertanian seperti PMM 2 sangat vital dalam memproduksi bahan pangan.

Selain terus berproduksi, mereka juga perlu bahu membahu untuk memupuk rasa peduli terhadap sesama dan saling menguatkan. Pandemi Covid-19, lanjutnya, bukan hanya mengancam keselamatan jiwa masyarakat, namun juga mengancam ketahanan pangan masyarakat. Penghasilan masyarakat yang  bekerja di sektor informal tidak hanya turun, namun besar peluang tidak memiliki penghasilan sama sekali.

“Tingkatkan terus produksi pangan melalui cocok tanam dan jangan lupa peduli terhadap sesama,” pesan Ketua RW 10, Baroni. Pada kesempatan ini juga, Ketua RW yang juga pengusaha percetakan ini, menggarisbawahi bahwa sektor pertanian dan pangan tidak boleh berhenti berproduksi.

Sektor pertanian diharapkan menjadi leading sector disaat sektor lainnya lumpuh akibat pandemi virus Corona. Peran masyarakat dan kepedulian sekitar sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat utamanya mendukung pemenuhan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

“Oleh karena itu, pemerintah hendaknya merespon dengan baik untuk memastikan masyarakat terus memproduksi bahan pangan.,” tandasnya. (*/adv/bua)