Tim EM UB-RSSA Beri Penyuluhan di Mamuju

new malang pos
Tim EM UB-RSSA terus melakukan screening dan layanan kesehatan bagi para korban bencana alam di Mamuju Sulawesi Barat .

NewMalangPos, MALANG-Sejak diberangkatkan menuju Mamuju Sulawesi Barat pada Kamis (21/1), lalu, Emergency Medical Team (EMT) Universitas Brawijaya (UB) ada beberapa agenda kegiatan penanganan medis pada korban bencana gempa bumi. Diantaranya melakukan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pola hidup bersih serta penyuluhan pentingnya imunisasi pada anak. 

“Kita melakukan penyuluhan pengurangan risiko atau promosi kesehatan salah satunya perilaku mencuci tangan dan memakai masker,” ujar perwakilan EMT UB-RSSA dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM.

Ternyata kata dia, di Mamuju para penyintas dan penunggu pasien belum tersosialisasi dengan baik. Dan tantangan saat ini adalah pandemi Covid-19  yang juga menjadi bencana nasional. Tim secara cepat dan tepat memastikan bahwa alur pelayanan terutama pasien yang patah tulang ataupun trauma tidak terindikasi Covid-19.

“Kondisi normal saja beberapa RS masih kelimpungan apalagi ini kondisi bencana, ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya.

Ia menambahkan, ada 30 persen pasien mengalami trauma, 50 persennya mengalami penyakit non trauma dan selebihnya penyakit lain. Aurick mengatakan jika seandainya ada rumah sakit yang akan membantu, ia menyarankan untuk mempersiapkan tim lengkap. Dengan spesifikasi khusus kasus trauma ortopedi dan spesialis kandungan. Karena EMT UB-RSSA mem-back up kurang lebih lima sampai enam persalinan per hari.

“Selain itu kami juga melakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan menyusui pada bayi-bayi baru lahir,” ungkapnya.

Sementara itu, kebutuhan logistik  yang berkaitan dengan alat kesehatan radiologi saat ini juga sangat mendesak. Tim berharap agar segera mendapat bantuan sarana tersebut. “Logistik yang dimaksud seperti kertas untuk print hasil USG, gel untuk USG, serta transduser antiseptic sterobac. Selanjutnya akan ada penguatan kapasitas untuk nakes di RSUD ini berkaitan dengan pengendalian infeksi, cara memakai dan melepaskan hazmat yang benar,” paparnya. (imm/jon)