Terinspirasi Harvard University, Pengukuhan Tiga Guru Besar UMM Digelar Outdoor

NEW MALANG POS – Selain menggelar wisuda secara luring Senin – Rabu (14-16/9) besok, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga akan mengukuhkan tiga guru besar pada Kamis – Sabtu (17-19/9) mendatang di jembatan kolam kampus atau di depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) I. Pengukuhan profesor kali ini sengaja digelar di ruang terbuka agar sirkulasi udara jauh lebih bagus.

Pengukuhan guru besar di tengah pandemi Covid-19 ini juga ada yang berbeda dari sebelumnya, yakni jumlah tamu undangan terbatas maksimal hanya 50 orang. Jumlah ini sudah termasuk dari keluarga guru besar, jajaran senat dan rektorat dan para guru besar.

Kepala Humas dan Protokoler UMM Sugeng Winarno mengatakan, tiga guru besar tersebut akan dikukuhkan secara bertahap mulai Kamis – Sabtu secara outdoor. “Selain itu acaranya juga dibuat sangat singkat, mungkin sekitar 2 jam dilaksanakan saat pagi hari. Rabu nanti (besok, red) kami akan gladi bersih dan penataan segala kebutuhan, konsepnya jelas outdoor,” ujar Sugeng kepada New Malang Pos kemarin.

Ketiga Profesor yang bakal dikukuhkan berasal dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan Peternakan serta Fakultas Teknik. Pengukuhan kali ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan di luar ruangan.

Dosen Komunikasi ini melanjutkan, konsep pengukuhan guru besar secara outdoor terinspirasi dari kampus di luar negeri seperti Harvard University yang kerap menggelar acara resmi di luar ruangan. Tentu selama kegiatan berlangsung pihak panitia akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Panitia sedang mempersiapkan protokol atau SOP. Mulai kedatangan sampai pulangnya seperti pelaksanaan wisuda Periode II (Senin-Rabu, red). Kami bahkan sampai ada alat untuk mengukur kondisi oksigen di setiap orang, jadi sangat ketat,” urainya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd mengajak seluruh wisudawan/wisudawati serta orang tua/wali yang hadir untuk tidak boleh pasrah dan selalu optimis di tengah pandemi Covid-19.

“Saya ingin mengajak pada saudara-saudara sekalian untuk selalu optimis dalam menatap masa depan yang lebih baik. Mulailah dari yang kecil, konsentrasilah dengan yang kecil. Karena sesuatu yang besar itupun juga dimulai dari yang kecil. Jangan suka mengabaikan yang kecil. UMM ini dimulai dari bangunan yang kecil. Bahkan, UMM sempat diplesetkan dengan akronim Universitas Morat Marit karena saking kecilnya dan tidak teraturnya,” ungkap Fauzan, di gelaran kelulusan program pendidikan Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), Diploma Tiga (D3) dan Profesi Periode II Tahun 2020 di Dome UMM kemarin.

Dilanjutkan Fauzan, berkat optimisme dan tangan dingin salah satunya Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM alm. Prof. Dr. (H.C.) H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. yang berpulang 7 September lalu ini, yang membuat Kampus Putih UMM menjadi besar. “Para mujahid melakukan perubahan-perubahan, baik terhadap dirinya sendiri maupun perubahan dalam keluarga. Jadilah mujahid itu. Tentu yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang positif. Oleh karena itu, kami berharap saudara bisa menatap masa depan yang lebih baik, yang lebih tegar dan optimis,” pesan Fauzan.

UMM menggelar wisuda Periode II Tahun 2020 yang diselenggarakan secara luring. Pelaksanaan wisuda berlangsung bertahap mulai Senin hingga Rabu dengan total wisudawan sebanyak 930 orang dari program S1, S2, S3 serta Diploma dan Profesi.(lin/lim)