new malang pos
Tim Universitas Muhammadiyah Malang memberikan paket alat pelindung diri untuk paramedis di Puskesmas Dau.

Universitas Muhammadiyah Malang

NewMalangPos, MALANG-Civitas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tak pernah lelah mendukung tim medis untuk menangani pasien Covid-19. Awal bulan lalu, tim mahasiswa UMM bersama dosen pembimbing memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD).

Kasus Covid-19 di Indonesia yang kian meningkat membuat urgensi APD menjadi penting. Realita itu mendorong tim Universitas Muhammadiyah Malang untuk memberi kontribusi pembagian APD ke beberapa Rumah Sakit di Malang.

Para mahasiswa yang terlibat adalah  Noor Febriyansyah, Muhammad Reza Setiawan, Moch Dafa Balia Karim dan Muchamad Ul Hakim serta didampingi oleh Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. Mereka juga bekerjasama dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Dalam agenda itu, tim mahasiswa membagikan APD ke sejumlah rumah sakit. Diantaranya RSU Syaiful Anwar, RS UMM, RS Islam Aisyiyah dan Puskesmas Dau.

Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D selaku dosen pembimbing mengungkapkan bahwa agenda ini adalah bentuk dukungan kepada dokter dan tenaga kesehatan yang telah berkorban untuk menghadapi pandemi.

“Ada sekitar 150 APD yang kami siapkan dan berikan ke teman-teman tenaga kesehatan di Malang,” terangnya.

Perhatian tim dosen dan mahasiswa UMM tidak hanya pada nakes yang berjuang mati-matian melayani pasien Covid-19. Tetapi juga untuk dunia pendidikan, utamanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Mereka membuat website di beberapa TK Aisyiyah Malang. Gunanya untuk mempermudah dalam pendataan sistem administrasi.

Iis menerangkan bahwa program ini dilaksanakan dalam rangka mendukung proses pengelolaan data dan publikasi, utamanya bagi TK Aisyiyah Malang.

Banyak data yang masih dikelola secara manual sehingga mempersulit proses pendataan. Kebetulan Pengurus Aisyiyah memiliki program cek kesehatan yang diadakan secara rutin di TK Aisyiyah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

“Sayangnya, data-data yang diperoleh masih direkap secara manual sehingga menyulitkan pemeriksaan,” ujar dosen Jurusan Teknik Mesin UMM tersebut.

Salah satu anggota tim UMM Noor Febriyansyah menyatakan, bahwa proses pembuatan website itu cukup menantang. Apalagi tak ada satupun anggota tim yang ahli dalam penyusunan dan pengoperasian website.

“Awalnya kami kesulitan, tapi didorong keinginan kuat untuk bermanfaat bagi sesama akhirnya kami bisa menyusunnya meski harus mencari tutorial dan belajar ke sana kemari,” jelas mahasiswa asal kalimantan ini.

Ia menambahkan bahwa timnya sangat ingin membagikan pengetahuan mengenai website ini pada para guru TK. Namun situasi pandemi menghalangi keinginan tersebut.

“Saya harap website ini bisa mempermudah pengelolaan dan publikasi data di TK Aisyiyah Malang,” tukasnya. (imm/jon)