Sukses Tingkatkan Ekonomi Warga dengan Aplikasi Shopee dan IG

New malang Pos
Tim PMM Kelompok 12 Gelombang 2 Mahasiswa UMM bersama Kepala Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.

NEW MALANG POS – Era revolusi industri 4.0 menuntut masyarakat untuk melek teknologi. Tak terkecuali masyarakat pedesaan, di bidang apapun pekerjaannya. Terutama di bidang ekonomi. Penggunaan media sosial dan aplikasi jual beli kini sudah akrab di tengah masyarakat membuat proses semakin mudah dan lebih efektif.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri, Kelompok 12 Gelombang 2 membuat terobosan.  Mereka membuat akun Shopee dan Instagram kemudian diserahkan kepada perwakilan UMKM di Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.  Hal ini sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di era pandemi Covid-19.

Ketua PMM Bhaktimu Negeri Kelompok 12 Gelombang 2, Mega Nur Anisa mengatakan, salah satu alasan pemilihan program ini karena merupakan salah satu cara yang paling efisien dan efektif untuk membantu meningkatkan perekonomian UMKM Desa Sumberagung.

“Sekaligus secara tidak langsung membantu membatasi interaksi jual beli secara face to face untuk mencegah droplet infection Covid-19,” katanya.

Mahasiswa PMM Kelompok 12 Gelombang 2 UMM terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Kedokteran. Yaitu Mega Nur Anisa, Pravica Juti Arunasari, Febriana Nur Laily, Salshabilah Azzahra dan Dhita Pradanty.

Dalam melakukan program pengabdian masyarakat ini mereka dibimbing secara langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, SE., dan perangkat Desa Sumberagung. Penyerahan aplikasi tersebut dilakukan pada Minggu (16/8) di Balai Desa Sumberagung Kabupaten Tuban.

Mega menuturkan, bahwa sosial media saat ini sudah dikenal luas oleh kalangan masyarakat dan sering digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari terutama di era New Normal.

Oleh karenanya tim mahasiswa UMM ini melakukan bimbingan kepada pemilik UMKM tentang cara melakukan promosi secara online. Termasuk cara penjualan secara online sehingga program tersebut dapat berlanjut dan diterapkan secara mandiri oleh masing-masing pemilik UMKM.

Hebatnya, aplikasi bantuan mahasiswa tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh para pemilik UMKM. Sejak dilakukan bimbingan pada 16 Juli lalu, peningkatan penjualan hasil produk secara online mengalami peningkatan.

“Peningkatan penjualannya mencapai 50 persen, bahkan lebih. Sehingga pemilik UMKM sangat antusias dengan diadakannya program ini,” terangnya. 

Selain peningkatan potensi masyarakat di bidang ekonomi, PMM kelompok 12 UMM juga mengadakan kegiatan pembagian masker, face shield dan vitamin kepada masyarakat. Sebanyak 100 paket dibagikan secara gratis.

Mereka mengunjungi tiap-tiap rumah warga dan memberikan edukasi mengenai pentingnya protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih menarik, para mahasiswa menggunakan media modul bergambar.

“Dengan adanya edukasi, masyarakat jadi lebih memahami arti dari protokol kesehatan itu sendiri,” tambahnya.

Tak hanya itu, PMM kelompok 12 Gelombang 2 UMM juga mengadakan kegiatan Bazar Sembako Murah di Balai Desa Sumberagung. Bazar dilakukan dengan menggunakan 100 kupon.

Untuk menghindari kerumunan warga maka dibagi menjadi lima kloter. Setiap kupon dapat ditukarkan dengan sembako seharga Rp 15000 yang terdiri dari beras 2,5 koligran dan minyak satu liter.

“Masyarakat sangat antusias untuk datang ke bazar kami. Mereka juga memperhatikan protokol kesehatan. Kami berharap dapat membantu masyarakat terutama saat perekonomian yang lesu akibat pandemi saat ini,” pungkasnya. (imm/adv)