Siswa SMK PGRI 3 Malang, Inovasi Bahan Herbal Jadi Sabun Antiseptik

KOMPAK: Tim SMK PGRI 3 Malang peraih juara 1 Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) bidang Sabun Antiseptik Herbal, (Ki-Ka) Yuniar Fanny Saputri, M. Fa'ni Tri Erwin Saputra dan Maristha Karin Narulita. (IST/Newmalangpos)

NewMalangPos, MALANG-Siswa-siswi SMK PGRI 3 Kota Malang (Skariga) kembali berinovasi. Kali ini mereka berhasil membuat sabun antiseptik dari bahan herbal. Dengan kemampuan analisis dan semangat risetnya itu, siswa Skariga membuat tiga jenis sabun herbal.

Yaitu sabun padat, cair dan padat bening atau transparan. Semua jenis sabun itu dibuat dengan menggunakan bahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan dicampur dengan bahan herbal yang berbeda. Yang padat dibuat dari daun Afrika. Sabun cair dari sereh dan kemangi. Sedangkan yang padat bening dari daun beluntas dan sereh.

Masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk yang padat membutuhkan waktu hingga tiga Minggu. Bahkan yang paling menjadi tantangan adalah sabun padat bening.  Sebab untuk membuat sabun padat bening, pada umumnya menggunakan alkohol. Namun karena karya ini merupakan sabun herbal maka harus bebas dari alkohol.

“Jadi disini anak-anak bermain teknik. Dengan komposisi bahan yang tepat dan teknik yang benar, sabun padat bening bisa dibuat meskipun tanpa alkohol,” terang Kurnia Larasati, S.Pd selaku guru pembimbing.

Inovasi siswa Skariga berupa sabun antiseptik bahan herbal ini mengantarkan mereka menjadi juara. Yaitu juara 1 lomba Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) bidang Sabun Antiseptik Herbal.

Mereka adalah Maristha Karin Narulita, M. Fa’ni Tri Erwin Saputra dan Yuniar Fanny Saputri. Ketiganya merupakan siswa-siswi kelas XII Jurusan Kimia Pembangkit. 

KKSI sendiri merupakan event nasional yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Serta Direktorat Jenderal Vokasi yang dibantu oleh SMK Pengampu atau penyelenggara. KKSI tahun ini merupakan yang kali kedua digelar.

Di KKSI ada beberapa bidang lomba. Salah satunya sabun antiseptik herbal. Di lomba ini siswa Skariga membuat video tentang proses pembuatan sabun. Video tersebut kemudian dikirim melalui link yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara.

Tidak hanya itu, Skariga sebagai peserta juga mengirim produk sabun yang dibuat. Selanjutnya dari produk dan video itu dilakukan penilaian. Seluruh peserta KKSI langsung masuk tahap nasional. Tanpa melalui seleksi tingkat kota maupun provinsi.

Kurnia Larasati merasa bersyukur atas prestasi yang dicapai anak didiknya. “Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih semangat belajar dan berinovasi. Dan yang lebih penting karya mereka menjadi satu solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi,” harapnya.

Selain tim Sabun Antiseptik Herbal, ada dua tim lagi dari Skariga yang menuai prestasi di ajang KKSI. Yaitu tim promosi wisata daerah unggulan sebagai juara 1. Dan tim Artificial Intelligence sebagai juara harapan 1. (imm/jon)