SISMA Kebanggaan Orang Tua

New Malang Pos Siswi Shabilillah
Penampilan musik Islami oleh para siswa Sekolah Islam Sabilillah Malang dalam acara virtual OSPIS.

NEW MALANG POS- Sebanyak 517 anak telah resmi menjadi siswa baru Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA). Status tersebut seiring dengan penyerahan oleh orang tua kepada Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, dalam acara pembukaan Orientasi Sistem Pendidikan Islam Sabilillah (OSPIS) Tahun Pelajaran 2020-2021, Sabtu (11/7) akhir pekan lalu.

Kegiatan OSPIS tahun ini digelar secara virtual melalui streaming Youtube Sekolah Sabilillah yang diikuti secara live oleh ratusan siswa baru dari seluruh penjuru tanah air. 

Kebahagiaan dirasakan oleh para siswa baru dan orang tua yang turut bangga karena kini telah menjadi bagian dari SISMA, yang hebat dan berkarakter. Dalam tampilan platform youtube yang ditayangkan secara live streaming, berbagai komentar orang tua yang optimistis dituliskan dengan penuh rasa bangga.

“Bersyukur anak saya bisa menjadi bagian dari Sekolah Sabilillah,” tulis Vinna Iswahyu Laili, salah satu orang tua siswa.

Di kolom komentar yang lain, ada juga orang tua yang menuliskan rasa harunya meskipun acara digelar secara online.

“Baru kali ini OSPIS lewat Youtube, meski begitu air mata haru terus menetes. Semoga seluruh pendidik dan kita semua diberi kesehatan dan kemudahan dalam proses belajar,” tulis orang tua yang lain. 

Apresiasi dan doa juga dilontarkan oleh admin Arema FC. “Salam satu jiwa, Semoga Allah SWT melindungi anak-anak Sabilillah, semoga kelak mampu meraih cita-citanya. Semoga dalam kondisi sulit ini selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” demikian isinya. 

Hingga berita ini tautan YouTube Sekolah Sabilillah yang menampilkan pembukaan OSPIS 2020 sudah ditonton 1768 kali. Sejumlah komentar pun terus bermunculan sebagai ungkapan sukur dan dukungan masyarakat terhadap SISMA yang hingga kini dipercaya sebagai sekolah hebat yang ada di Kota Malang. 

Ketua OSPIS 2020 Luqman, M.Pd., mengatakan, OSPIS merupakan tradisi akademik SISMA yang digelar setiap awal tahun pembelajaran. Kegiatan tersebut sebagai simbol yang di dalamnya ada prosesi serah terima siswa baru oleh orang tua kepada lembaga. 

“Ini tradisi akademik kami untuk menerima secara formal siswa baru dari orang tua. Meskipun pandemi harus tetap kita lakukan dengan cara yang berbeda, cara yang kreatif dan aman,” ujarnya.

Pembukaan OSPIS akan dilanjutkan dengan agenda penjelasan Sistem Pendidikan Sabilillah kepada orang tua selama tiga hari, mulai Senin (13/7) hari ini. Pada hari ini pula kegiatan Masa Orientasi Karakter Siswa (MOKS) untuk siswa baru dan siswa lama digelar hingga Sabtu (18/7) mendatang.

Luqman menjelaskan, Sistem Pendidikan Sabilillah perlu disampaikan kepada orang tua dengan tujuan agar terbentuk sebuah kolaborasi yang harmonis dalam mewujudkan visi dan misi lembaga.

“Menjalankan tugas pendidikan harus dapat bersinergi antara guru dan orang tua, tujuannya tidak lain demi lahirnya generasi yang sesuai dengan visi misi LPI Sabilillah,” terang Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School ini. 

Sebelum acara pembukaan OSPIS, kegiatan lebih dulu diawali dengan Pra OSPIS selama tiga hari melalui program aplikasi google meet. Isinya tentang pengenalan guru dan sekolah.

“Tujuannya agar ada keterikatan batin antara siswa baru dengan guru dan sekolah mereka. Kami menganggap ini (pra OSPIS.Red) penting  sekali, mengingat kami tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan anak-anak,” ucap Kabag Kurikulum dan Kesiswaan LPI Sabilillah Ani Rahmawati, S.Pd.

Ia mengungkapkan, ada tiga komitmen yang diperkuat selama OSPIS kepada siswa baru. Yaitu komitmen ke-Islaman, komitmen kebangsaan dan komitmen kecendekiaan bertaraf internasional.

“Setiap komitmen berisi poin-poin yang harus kita capai bersama sesuai dengan standar yang sudah kita tetapkan,” terangnya. (imm/sir/jon)