Siap Pasarkan Sepeda Listrik Karya Siswa

new malang pos
Kepala SMKN 2 Singosari Drs. H. Ahmad Maksum, M.Pd bersama Muhammad Ali Agung Barata dari CV. Mesindo Teknologi Kreatif memamerkan sepeda listrik karya siswa.

NEW MALANG POS, MALANG-Hebat. Satu lagi karya anak bangsa lahir dari SMK Negeri 2 Singosari. Kali ini dari siswa Mekatronika. Mereka berhasil merangkai sepeda listrik dan hasilnya layak  dipasarkan ke publik.

Karya mereka telah teruji. Puluhan unit sepeda listrik karya siswa SMKN 2 Singosari ini telah dipasarkan langsung oleh Antelop, salah satu perusahaan sepeda listrik ternama.

Kini, SMKN 2 Singosari siap mengelola produk sepeda listrik sendiri. Dengan kemampuan dan keterampilan siswa, sekolah ini menerima pesanan dan memasarkan sepeda listrik.

Selasa (24/11) lalu, SMKN 2 Singosari telah mengadakan Workshop Produk Inovasi dan Pemasaran Berbasis Digital. Tujuannya untuk mematangkan rencana memproduksi dan memasarkan sepeda listrik karya siswa.

Dengan bangga, Kepala SMKN 2 Singosari Drs. H. Ahmad Maksum, M.Pd mempublikasikan karya anak didiknya tersebut. “Ini aset, perlu dikembangkan sebagai produk SMKN 2 Singosari yang kita banggakan,” katanya kepada New Malang Pos.

Sepeda listrik merupakan alat transportasi sederhana ramah lingkungan, bebas polusi dan hemat. Karena tidak membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih belum ada aturan pemerintah untuk perpajakan. Inilah motivasi SMKN 2 Singosari untuk memproduksi sepeda listrik dengan jumlah yang banyak.

Modalnya pun tidak mahal, hanya membutuhkan sepeda. Bahkan sepeda bekas yang layak pakai. Kemudian dimodif dan dirangkai dengan komponen-komponen listrik oleh tangan terampil siswa Mekatronika.

Seperti halnya sepeda listrik dari industri, karya siswa ini juga lengkap dengan aksesoris dengan sistem kontrol yang canggih sehingga memudahkan pengguna dalam menjalankannya.

Berkaitan dengan produk tersebut, Maksum punya keinginan besar untuk dapat memasarkan produk siswanya. Meskipun tidak dapat bantuan dana dari pemerintah, namun guru dan siswa SMKN 2 Singosari telah membuktikan kemampuannya menghasilkan karya produk inovasi.

Maka dari itu workshop yang digelar kali ini juga bertujuan untuk menggali potensi. Sekaligus memfasilitasi dan mendorong siswa untuk terus berkarya.

Produk sepeda listrik yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi brand sekolah di masa yang akan datang. Sebagai salah satu produk unggulan siswa SMKN 2 Singosari.

Dengan demikian, maka program Chief Executive Officer (CEO) yang dicanangkan Dirjen Vokasi Kementerian RI mampu diimplementasikan oleh SMKN 2 Singosari. Aturan dan budaya industri  telah dijalankan, mulai perencanaan, proses produksi hingga memasarkan produk.

Ini merupakan terobosan inovatif oleh Ahmad Maksum selaku Kepala SMK Negeri 2 Singosari untuk menjadi CEO di sekolah yang menerapkan budaya industri.

“Harapan kami arahnya ke sana. Sesuai dengan imbauan dan program Dirjen Vokasi. Meskipun semua itu butuh proses tapi kami tetap memperjuangkan,” ucapnya.

Bahkan, Maksum sudah punya program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Semua terkonsep dengan rapi dengan program kerja dan rencana produk yang akan dipublish.

Untuk jangka pendek sebagian telah terlaksana. Yakni menyelenggarakan workshop serta terwujudnya produk siswa dan guru berupa sepeda listrik. Dan terwujudnya kegiatan kewirausahaan berbasis digital.

Sedangkan program jangka menengah,  terwujudnya produk CNC dari Jurusan Mekatronika, Elektronika, Industri dan Audio Video.

Adapun untuk program jangka panjang, Maksum telah merencanakan terwujudnya karya produk televisi maxreen dan terbentuknya sentral Kegiatan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di bidang elektronika dan informatika berbasis digital.

“Kami ingin mengekspos secara luas potensi anak-anak kami yang hebat. Serta mengajarkan pada mereka dunia industri dari lingkungan sekolah untuk menjawab tantangan masa depan,” terangnya.

Terwujudnya sepeda listrik, bermula dari kesuksesan siswa mekatronika yang berhasil menyerap ilmu dan pengamalan di Antelop. Selanjutnya mereka dipercaya untuk merangkai puluhan unit sepeda listrik. Hasilnya pun memuaskan, produk mereka terjual laris di pasaran.

Dari situlah, SMKN 2 Singosari ingin mengembangkan atau ekspansi produk sendiri. Mulai dari merencanakan,  merangkai hingga proses penjualan.

Dari sisi pemasarannya, SMKN 2 Singosari telah menggandeng industri. Di workshop pemasaran, Selasa lalu, CV Mesindo Teknologi Kreatif selaku mitra memberikan edukasi tentang cara memasarkan produk di dunia digital.

“Workshop pemasaran menjadi bagian penting agar guru dan siswa mengerti cara mengemas dan memasarkan lewat online. Dengan cara tersebut maka pemasaran akan lebih cepat,” terangnya.

Hafif Nur Mochammad siswa Kelas XII MT-1 mengaku bangga bisa merangkai sepeda listrik. Berkat bimbingan guru dan teknisi dari industri ia bersama teman-temannya dapat memiliki keterampilan tersebut. Apalagi sampai bisa laku di pasaran.

Dengan keterampilan yang dimilikinya Hafif dkk, dapat membuat sepeda dengan harga ratusan ribu bisa menjadi jutaan rupiah. Hanya berbekal keterampilan, perangkat dan komponen listrik yang dibutuhkan. “Kami bangga dan senang sekali bisa merangkai sepeda listrik. Meskipun selama ini masih didanai oleh Antelop tapi kami yakini SMKN 2 Singosari kedepannya bisa mandiri dan memproduksi sepeda listrik sendiri,” ucapnya.  (imm/sir/jon)