Rapat Terbuka Dies Natalis Ke-23 FTP UB, Berinovasi, Bereputasi, Indonesia Jaya

PRODUKTIF: Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., Dekan FTP UB menyampaikan hasil capaian kinerja fakultas yang dipimpinnya dalam acara rapat terbuka, Selasa (26/1) kemarin.

NewMalangPos, MALANG – Usai serangkaian acara webinar, puncak Dies Natalis ke-23 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya digelar rapat terbuka secara online dengan mengusung tema ‘Berinovasi, Bereputasi, Indonesia Jaya’, Selasa (26/1) kemarin.

Rapat terbuka yang dibuka oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS ini sekaligus menjadi ajang reuni para alumni FTP UB. Meski secara daring melalui zoom dan live youtube, tak mengurangi semangat para peserta rapat, khususnya alumni mengikuti acara hingga akhir.

“Saya bangga dengan FTP. Meski relatif baru, namun prestasinya luar biasa, termasuk alumninya juga hebat. Semoga fakultas ini terus meningkatkan prestasinya, tidak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional,” ungkap Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS.

ALUMNI: Ir. Mohammad Zainal Fatah, Ketua Ikatan Alumni FTP UB yang Sekjend Kementerian PUPR RI menyampaikan orasi ilmiah.

FTP menjawab harapan Rektor UB ini dengan catatan prestasi yang diraih selama 2020. Capaian kinerja FTP tahun 2020 disusun dan disampaikan oleh Dekan FTP UB Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP untuk memberikan gambaran periode kepengurusan Dekanat tahun 2020 agar dapat dievaluasi dan ditingkatkan kinerjanya.

Pada bidang akademik, FTP tercatat mengelola 11 program studi (PS), yang terdiri dari 6 PS S1, 3 PS S2 dan 2 PS S3. Dari keseluruhan PS yang dikelola oleh FTP, PS yang telah memperoleh akreditasi A sebanyak 9 PS (81,8 persen), akreditasi B sebanyak 1 PS, akreditasi C sebanyak 1 PS.

Menariknya, dari hasil pemetaan alumni, diketahui sebanyak 51,17 persen alumni langsung bekerja setelah lulus. Dan 23,9 persen alumni merasa bidang pekerjaannya saat ini agak relevan dengan perkuliahannya, 25,2 persen merasa relevan, dan 10,4 persen di antaranya merasa sangat relevan.

Alumni FTP tersebar di berbagai sektor usaha. Yang terbesar adalah bekerja di perusahaan nasional berbadan hukum (59,5 persen) dengan berbagai posisi. Di antaranya sebagai Manajer/ Kepala kantor/Pimpinan (2 persen), staf/officer (76 persen), Supervisor/ Penyelia/Asisten Manajer/ Kepala Seksi/ Kepala Bagian (20 persen), dan Operator (2 persen).

“Untuk penelitian oleh dosen FTP tergolong sangat produktif dan mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah penelitian FTP sangat dinamis dan bersaing dengan fakultas lainnya. Jumlah penelitian FTP baik bersumber dari DIKTI maupun non-DIKTI menduduki peringkat 4 – 5 besar terbanyak di Universitas Brawijaya,” terang Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.

Selain produktif dalam program penelitian, FTP juga produktif dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang secara umum meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. “Termasuk dosen-dosen di lingkungan FTP cukup aktif dalam penulisan publikasi ilmiah baik berupa prosiding seminar maupun jurnal nasional dan internasional,” lanjutnya.

Selain bidang akademik, bidang kemahasiswaan juga telah banyak menorehkan presetasi oleh mahasiswa FTP selama periode 2020. Baik perbaikan dalam organisasi kemahasiswaan, berbagai macam kegiatan mahasiswa baik akademik dan non-akademik serta prestasi-prestasi mahasiswa baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Untuk bidang kerjasama khususnya dengan luar negeri, pada periode ini masih terbatas pada inisiasi. Mengingat konsentrasi pengembangan masih pada pengembangan internal khususnya pembenahan infrastruktur. Baik dalam bentuk gedung maupun fasilitas untuk pengembangan laboratorium. Namun demikian pondasi kerja sama sudah terinisiasi dengan baik, sehingga ke depan sudah siap tinggal landas. Khususnya kerja sama luar negeri dalam bentuk student exchange, joint research, maupun pendidikan joint degree serta credits transfer,” jelasnya.

Beberapa universitas di luar negeri yang memiliki kerjasama dengan FTP yaitu University of Warwick, United Kingdom; University of Southampton, United Kingdom; Birmingham City University, United Kingdom; Yamaguchi University, Jepang; dan Jeju National University, Korea Selatan, Graduate School of Agriculture, Kyoto University; Executive Operation Center for Industry-Academia Cooperation, Chung Yuan Christian University; Faculty of Science and Agricultural Technology Rajamangala University of Technology Lanna; College of Agriculture, National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan. Lalu Osaka University; Faculty of Agriculture and Life Science Hankyong National; Food Bio-Industry Research Institute, Kyung Pook National University Korea; BK21Plus Creative Innovation Group For Leading Future, Department Of Biotechnology Kongunadu Arts And Science College Coimbatore India, dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.

Sebagian besar kerjasama dengan universitas di luar negeri tersebut adalah dalam pelaksanaan academic exchange, academic visit, joint organization of research, seminars, workshops, dan short course. Selain itu, FTP juga memiliki kerjasama dengan UK Government’s Newton Fund senilai 49996 poundsterling selama 2 tahun untuk kegiatan industry and academic partnership programme.

ONLINE: Sebagian peserta rapat terbuka secara online yang digelar FTP UB dalam rangka Dies Natalis ke-23, kemarin.

“Seiring fokus Universitas Brawijaya menjadi World Class Entrepreneurial University dengan pengertian yang luas, FTP juga mengarahkan visi dan misinya untuk mencapai cita-cita bersama tersebut. Diharapkan dengan capaian kinerja FTP 2020 ini akan dapat mengarahkan kinerja seluruh civitas akademika FTP untuk mewujudkan fakultas yang mendukung UB dalam mencapai cita-cita menjadi World Class Entrepreneurial University dan mendapatkan pengakuan di dunia internasional,” yakin Imam Santoso.

Sementara itu, dalam rapat terbuka ini juga diisi dengan dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ir. Mohammad Zainal Fatah. Ketua Ikatan Alumni FTP UB yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral Kementerian PUPR RI ini menyampaikan orasi ilmiah dengan tema ‘Peran infrastruktur dan industri basis pertanian menuju Indonesia maju, mandiri dan berdaulat’.

“Keberadaan infrastruktur fisik sumberdaya air seperti irigasi, bendungan, embung dan lain sebaginya, serta sarana prasarana seperti jalan, jembatan, cold storage dan sebagainya sangatlah penting. Penerapan integrated supply chain management system yang meliputi subsistem pra produksi, produksi, industri pasca panen, pemasaran dalam ekosistem sektor pertanian perlu terus didorong,” ungkap Ir. Mohammad Zainal Fatah dari beberapa kesimpulan yang dipaparkannya.

Selain orasi ilmiah, FTP juga melaunching tiga buku sekaligus. Yaitu buku inovasi, buku profil dosen serta buku pemikiran profesor dan doktor. Ada juga launching FTP Apps, pemberian Sinta Award, Civa Award, penghargaan purna tugas dan juga pengundian doorprize. Panitia menyediakan hadiah puluhan juta, 7 sepeda lipat dan beragam doorprize lainnya. (bua/ley)