PKBM Kartini Rangkul Anak Putus Sekolah

PKBM Kartini
TERAMPIL: Para sisiwa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kartini dalam sebuah kegiatan pembelajaran sebelum masa pandemi Covid-19 // FOTO : IST

NEW MALANG POS, MALANG – Melihat generasi muda terlantar di lampu merah dan pinggir jalan, menggerakkan hati Kuswinaryatini SH. M.H. Ia pun membentuk kelompok belajar untuk diberikan motivasi dan edukasi.
Di tahun 2000 Kuswinaryatini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Malang. Akhirnya mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKMB) Kartini. Kini sudah ada 100 lebih warga yang menjadi siswa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Malang Raya. Dengan tingkat pendidikan paket A (setara SD) paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).
Berdasarkan pengakuan Ririn, salah satu warga yang belajar di PKBM, para “siswa” memiliki latar belakang yang berbeda. Para kalangan pekerja, anak putus sekolah, anak jalanan, anak terlantar, anak keterbatasan ekonomi, broken home dan lain sebagainya.
“Saya merasa mendapat tempat untuk belajar. Di PKBM saya dipertemukan dengan orang-orang yang berbeda suku, agama, budaya maupun status sosialnya,” ujar Nursam, alumni PKBM Kartini.
Kuswinaryatini sendiri selaku pendiri PKBM Kartini, mengatakan selain memberikan Pendidikan setara formal, para siswa juga memberikan konseling dan pelatihan kreativitas.
Ia menyadari bahwa tidak mudah untuk membangun mental dan kepercayaan diri orang-orang yang hidup di jalanan. Termasuk anak-anak broken home, ataupun anak yang memiliki trauma secara mental. “Kami terus memberikan motivasi agar tumbuh semangat dalam diri mereka,” imbuhnya.
Untuk menumbuhkan motivasi setiap satu minggu sekali ada kegiatan konseling. Salah satu metodenya siswa menuliskan permasalahan yang mereka hadapi. Mereka tuliskan setiap masalah itu di lembaran kertas. “Selanjutnya saya dan tim tutor akan memberikan solusi,” tutur Ririn, sapaan akrabnya.
Ia mengaku, dengan adanya konseling mempermudah para pelajar untuk menghilangkan trauma di masa lalu. Sehingga juga mudah untuk membangun kepercayaan diri dan meningkatkan motivasi. Ketika kepercayaan diri tumbuh tutor pun lebih mudah melakukan pendekatan.
Lebih lanjut, Ririn juga menyampaikan, bahwa keterampilan dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk mensupport pendidikan.
“Kami memiliki program life skill. Warga kami arahkan sesuai dengan hobi dan bakatnya. Seperti bergabung dengan BLK, magistra ataupun kursus yang membutuhkan tenaga kerja,” paparnya.

Program binaan itu pun diberikan Ririn secara gratis. Dengan harapan usai menyelesaikan pendidikan, warga memiliki keterampilan untuk bersaing di dunia kerja.
Ririn menambahkan, alumni PKMB banyak yang berhasil. Mulai dari melanjutkan ke pergururan tinggi hingga mendapat profesi yang cukup menjanjikan. “Kami tidak membebankan pembiayaan apapun, untuk keperluan ujian kami berikan seragam dan sepatu untuk anak anak kurang mampu,” tandasnya. (imm/mg/jon)