Penyintas Covid-19 Sharing Pengalaman

new malang pos
dr. Danny Rivaldi Idris sharing pengalamannya saat terpapar Covid-19 kepada civitas akademika STIE Malangkucecwara Malang dalam webinar.

Webinar STIE Malangkucecwara Malang

MALANG – STIE Malangkucecwara (ABM) tak pernah lelah memperingatkan civitas akademikanya untuk selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Dalam upaya untuk terus menyadarkan hal itu, Jumat (15/1) , STIE Malangkucecwara menggelar webinar. Temanya tampak tegas. “Jangan Lengah!!! Covid-19 Masih Ada Di Sekitar Kita”. Kegiatan ini digelar secara virtual lewat aplikasi zoom dan live streaming YouTube.

Di webinar kali ini, STIE Malangkucecwara menghadirkan dr. Danny Rivaldi Idris dan para penyintas Covid-19. Mereka berbagi pengalaman kepada para audiens. Materinya sangat menarik. Hal-hal tak terduga pada situasi terpapar virus mereka ceritakan dengan gamblang. Sehingga benar-banar menjadi perhatian bagi civitas yang tergabung dalam webinar tersebut.

Seperti yang disampaikan dr. Danny. Ia termasuk tim Satgas Covid-19 di STIE Malangkucecwara dan juga penyintas Covid-19. Usianya masih muda, sekitar 40 tahun. Fisiknya juga terlihat bugar. Karena sebagai tenaga medis, tentu sangat mengerti pola hidup yang bagus. Baik dari makanan maupun aktivitas sehari-hari.

Masalah protokol kesehatan pun jangan ditanya lagi. Seorang dokter tentu menerapkan dengan sangat ketat. Bahkan kata dia, naik turun mobil pasti disemprot desinfektan. Ia juga rutin olahraga dan punya waktu untuk berjemur.

“Saya sudah begitu disiplin menata hidup sebagai tim medis dan tim satgas, tapi masih juga terpapar Covid-19. Itu artinya, setiap kita berpotensi, maka harus ekstra hati-hati,” ucapnya.

Lebih dari itu, Danny menambahkan, dari teori dan referensi yang selama ini diterima publik, bahwa efek rasa sakit pada fisik untuk usia muda tidak begitu terasa. Bahkan pada orang dengan kondisi fisik prima, dalam 14 hari virus akan hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi berbeda dengan yang dirasakan oleh dr. Danny. Ia harus merasakan gejala yang komplet. Dari badan mulai demam, sakit kepala, meriang, menggigil dan seluruh badannya terasa sakit. Persis seperti keluhan pada penyakit types atau demam berdarah.

Dan di hari kelima dr. Danny sampai mengalami diare. Masa sembuh dari Covid-19 juga cukup lama. Lebih dari 14 hari seperti pada umumnya. “Makanya harus hati-hati. Meskipun usia masih muda, jangan lengah. Tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau dan memberikan motivasi, kalaupun ada yang terpapar Covid-19 tetap tidak menyerah.  Tetap menyempatkan olahraga, berjemur dan istirahat yang cukup. “Kalau baru sembuh jangan terlalu berat aktivitasnya, karena masih masa pemulihan,” kata dia.

Wakil Ketua 3 STIE Malangkucecwara Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA mengatakan, webinar kali ini sebagai upaya instansi untuk menjadikan civitas akademika semakin peduli terhadap diri dan keluarganya. Terutama di masa pandemik Covid-19 yang hingga kini kasusnya makin meningkat.

“Kami dari institusi punya kewajiban untuk menjaga kesehatan para civitas akademika, mulai mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan,” katanya dengan didampingi Benita Rachmania, selaku kabag Humas STIE Malangkucecwara.  

Rusman berharap dengan adanya webinar yang menghadirkan para penyintas Covid-19 semakin meningkatkan kesadaran keluarga besar kampus STIE Malangkucecwara akan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Baik di lingkungan kampus, di rumah maupun di tempat lain. (imm/jon)