Panel Surya Dosen Jurusan Teknik Elektro UM Mempermudah Tugas Petani di Blitar

NEW MALANG POS-Tim pengabdian masyarakat  Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pemasangan Panel Surya. Tempatnya, di lahan pertanian Desa Bendosewu Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, (16/7) lalu.

Ketua Tim Pengabdian M. Afnan Habibi, S.T., M.T., M.Eng mengatakan para petani di daerah tersebut mengalami kesulitan dalam pengairan lahan pertanian. Para petani pun harus bergantian dalam mengaliri air lahan pertaniannya. Pekerjaan mereka pun menjadi tidak efektif.  “Sehingga perlu inovasi baru untuk memaksimalkan pengairan lahan pertanian,” ujarnya.

Saat ini, para petani masih menggunakan sumur dan sungai yang dibuat di sekitar lahan pertanian. Mereka membutuhkan pompa air serta genset dikarenakan kurangnya pasokan listrik pada area tersebut.

Akibatnya, petani membutuhkan biaya tambahan di setiap kali menyalurkan air. Ditambah adanya polusi udara dari bahan bakar yang digunakan. Air yang dihasilkan dari sumur masih belum maksimal karena hanya dapat mengaliri beberapa lahan pertanian saja dan membutuhkan waktu yang lama.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Afnan mengajak tim dosen Teknik Elektro UM dan beberapa mahasiswa memasang pompa air menggunakan tenaga surya untuk meningkatkan volume air pada lahan pertanian.

“Dengan tenaga surya tersebut dapat meminimalisir biaya pengeluaran. Petani tidak lagi tidak membutuhkan pasokan dari PLN dan juga untuk pompa air tidak membutuhkan bahan bakar lagi,” terangnya.

Ia menjelaskan, sistem pengairan lahan pertanian berbasis tenaga surya tersebut, bisa digunakan dalam waktu delapan jam setiap harinya. Ketika cuaca sedang bagus, cerah dan tidak mendung sistem ini akan bekerja lebih maksimal.

Penggunaan sistem ini sangat cocok untuk lahan pertanian di Indonesia yang selalu mendapatkan cahaya matahari pada setiap tahunnya. Sistem ini juga akan lebih efektif digunakan untuk satu kelompok tani pada desa tersebut.

“Karena sangat dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan oleh setiap petani,” imbuhnya.

Kegiatan yang telah dilakukan ini mendapatkan respon positif dari para petani. Mereka pun ikut berpartisipasi dalam pemasangan panel. Selain pemasangan panel surya, sistem ini juga memerlukan sumur bor. Maka pada tanggal (21/7) lalu, para petani berpartisipasi melakukan pengeboran sumur pada lahan pertanian.

Sumur yang sebelumnya digunakan untuk pompa diesel yang sudah digunakan para petani selama ini dilakukan pelebaran jalur air jadi 4 inch.

“Dengan adanya sistem ini perlu kerjasama dengan para petani setempat untuk tetap merawat dan menjaga keamanan pompa tersebut,” tandasnya.

Setelah semua komponen sistem terpasang dan dapat beroperasi dengan baik, akan dilakukan tahap training kepada para petani sekitar untuk mengoperasikan sistem pengairan ini. Tujuannya agar para petani dapat mengoperasikan sistem dengan baik dan benar meskipun tanpa adanya pengawasan dari pihak tim dosen pengabdian Jurusan Teknik Elektro UM.

Adapun tim pengabdian masyarakat kali ini, adalah Muhammad Afnan Habibi, S.T., M.T., M.Eng., selaku ketua peneliti. Tiga rekannya yakni Langlang Gumilar, S.ST., M.T., Arya Kusumawardana, S.Pd., M.T., dan Mahfud Jiono, S.Pd., M.Eng.

Tim dosen juga berkolaborasi dengan Febrianto Al Qodri, S.Pd selaku mahasiswa alumni dan Drs. H. Moh Chilmi  selaku ketua Mitra Kelompok Tani Tawang Makmur. (imm/adv/jon)