Manfaatkan Sampah, Kwarcab Malang Masuk Tiga Besar Lomba Patriot Lingkungan Jatim 2020

NEW MALANG POS, MALANG – Aksi nyata pemanfaatan sampah mengantarkan Gerakan Pramuka Kwarcab Malang masuk tiga besar Lomba Patriot Lingkungan Jawa Timur 2020. Bahkan selangkah lagi, Gudep 30.027-30.028 Ki Hajar Dewantara-Dewi Sartika, Pangkalan SD Negeri 2 Sumberejo, Kwaran Gedangan, Kwarcab Malang ini berpeluang lolos ke tingkat nasional.

“SD Negeri 2 Sumberejo Gedangan dengan 10 anggota pramuka Penggalang Ramu dan 4 pembina didukung oleh Kwaran Gedangan dan Kwarcab Malang memberikan aksi nyata yang sangat inisiatif dan inovatif untuk lingkungan sekitar yaitu dengan memanfaatkan sampah organik dan sampah anorganik,” ungkap Istiharsi SPd., Kepala SD Negeri 2 Sumberejo selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus).

New malang Pos
Kemitraan Bank Sampah Wanita Mandiri untuk mempelajari cari mengolah sampah.

Dijelaskannya, sampah anorganik atau sampah tidak bisa membusuk yang dimanfaatkan antara lain plastik, botol, kaca, besi dan lain sebagainya. Sedangkan sampah organik atau sampah yang mudah membusuk diantaranya sisa makanan manusia, sayur, buah dan yang lainnya.

“Dalam memanfaatkan sampah anorganik ini kita ubah jadi barang yang sangat menarik dan bermanfaat, seperti kotak tisu dari koran bekas, juga ada yang bahanya dari kardus, tidak kalah cantik dan menarik. Sedangkan botol plastik air mineral kita manfaatkan untuk pot bunga, dan tutup botolnya juga bisa disulap jadi jam dinding,” terang Istiharsi.

Kamabigus yang ramah ini menjelaskan bahwa SD Negeri 2 Sumberejo juga menjalin kemitraan dengan Bank Sampah Wanita Mandiri yang terletak di Dusun Dokosari Desa Sumberejo. Menurutnya, para siswa diajari cara memilah sampah anorganik dengan benar, dan cara memanfaatkannya.

Sementara untuk sampah organik, SD Negeri 2 Sumberejo yang lokasinya tidak jauh dari pantai selatan, memanfaatkan daun Kajang untuk membuat kerajinan sapu lidi. Keunggulannya lebih ulet dan lebih tahan lama, karena daun Kajang biasanya dimanfaatkan untuk atap rumah. Selain itu, karya SD Negeri 2 Sumberejo lainnya adalah memanfatkan bekas papan kayu dari mebel dekat sekolah untuk papan nama.

Sampah organik lainnya yang dimanfaatkan adalah daun kering yang mudah dijumpai di halaman sekolah. Itu dimanfaatkannya sebagai pupuk alami dengan menggunakan media biopori, sehingga tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah menjadi subur dengan tanpa membutuhkan pupuk kimia.

New malang Pos
Pemanfaatan kardus bekas yang diolah menjadi tempat tisu cantik.

“Kami melaksanakan itu semua dalam kurun waktu 2 bulan ini mulai dari bulan Juli hingga Agustus. Pada tanggal 26 Agustus lalu kami masuk dalam 3 besar Lomba Patriot Lingkungan Jatim 2020, dan Jumat (28/8) kemarin sudah dikunjungi oleh 3 orang tim juri dari Kwarda Jawa Timur,” jelas Istiharsi pada New Malang Pos, Minggu (30/8) kemarin.

“Semua aksi dan kegiatan yang kami lakukan ini mempunyai tujuan bahwa menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sampah bisa mengurangi permasalahan dan keresahan masyarakat tentang sampah. Menurut kami, jangan malu untuk memulai hal baik, tapi malulah ketika hal baik tidak ingin dimulai,” pungkasnya. (adv/bua)