Maba Harus Kreatif dan Berkarakter

NEW MALANG POS, MALANG-Hari terakhir Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba) Universitas Islam Malang (Unisma) tahun 2020 penuh makna. Mahasiswa Baru Unisma mendapat materi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Drs. Halim Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut Halim mengatakan, menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi bukan hanya kesempatan untuk mendapat gelar sarjana. Tapi kesempatan untuk melakukan perubahan besar yang lebih baik.

Maka dari itu kata dia, semangat yang diusung Unisma menjadikan mahasiswa para pemimpin yang akan membawa perubahan.

“Tekad itu harus ditanamkan dari sekarang. Tentu perubahan dari yang tidak baik menjadi lebih baik,” katanya.

Halim melanjutkan, transformasi pembangunan harus dimulai dari desa. Pembangunan desa dan daerah tertinggal harus berdampak pada pembangunan ekonomi desa dan ini bagian dari tanggung jawab akademisi.

“Kami berharap itu bisa dimotori oleh mahasiswa Unisma. Karena kita lahir dan tumbuh di desa,” ujarnya.

Selain dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mahasiswa baru juga mendapat wawasan dan siraman ilmu yang begitu bermakna dari Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Anggota Dewan Pembina Yayasan Unisma. Dalam kesempatan tersebut, Imam menjelaskan makna Ulul Albab, manusia ideal sebagai hamba Allah.

“Yakni manusia yang mampu menyeimbangkan zikir, fikir dan amal saleh,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Unisma Prof. Dr. H. Yaqub Ciqusin dalam sambutannya mengatakan, Oshika Maba merupakan sebuah masa transisi yang merubah status dari siswa menjadi mahasiswa. Tantangannya pun makin berat.

Maka dari itu Yaqub berpesan kepada mahasiswa baru Unisma untuk dewasa dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

“Utamakan kemampuan dalam menganalisis. Bersikaplah seperti ilmuan dan jangan berputus asa,” katanya.

Ciri mahasiswa yang ideal menurut Yaqub, adalah mereka yang mandiri dan berpikir kreatif. Sehingga menjadi penemu dan dapat memecahkan masalah.

Unisma menambahkan ciri tersebut dengan kesantunan, kearifan dan kebijaksanaan. “Maka mahasiswa Unisma memiliki kemandirian, mereka kreatif, santun dan berkarakter,” tandasnya.

Materi Oshika Maba Unisma, juga diisi oleh tokoh-tokoh nasional diantaranya oleh Wakil MPR RI Dr. Ahmad Basarah dengan materi wawasan kebangsaan.

Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim turut memberikan sambutan.  Dan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa baru peserta Oshika Maba Unisma Tahun Akademik 2020-2021. “Selamat anda dapat bergabung dengan Unisma. Kampus yang religius dan nasionalis serta menjunjung tinggi keunggulan,” ucap Ida. (imm/jon).