LPI Sabilillah Malang Gelar Istighotsah Virtual, Berikutnya Doa Bersama

new malang pos
Guru dan tenaga pendidikan Sekolah Islam Sabilillah melaksanakan istighotsah dan doa bersama secara virtual. (NMP-Imam)

NewMalangPos, MALANG-Setiap malam lantunan doa dan zikir dipanjatkan oleh guru-guru dan tenaga pendidikan Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA). Mereka ber-istighotsah setiap usai Salat Maghrib. Dilaksanakan secara virtual berjamaah lewat aplikasi zoom.

Tujuannya tidak lain, agar situasi pandemi Covid-19 yang melanda hingga saat ini bisa segera berakhir. Waktu untuk keluarga mereka rela sisihkan untuk sementara. Demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.

Dalam konteks yang lebih luas juga untuk kebaikan dan kelangsungan pendidikan di Indonesia. Lebih khusus di SISMA sendiri. Sebab sebagaimana diketahui pandemi Covid-19 telah merubah banyak hal, termasuk dunia pendidikan. Semua mengakui dan menyadari itu dan semua berharap pandemi segera berakhir.

Oleh karenanya tim gugus Covid-19 LPI Sabilillah Malang merasa perlu melakukan ikhtiar lebih. Ikhtiar yang tidak hanya untuk lahir atau jasmani, tapi juga ikhtiar batin. Dengan mengajak guru dan tendik SISMA untuk lebih dekat pada Sang Khalik.

Ketua Gugus Covid-19 Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd., mengatakan, istighotsah sudah dilaksanakan sejak Kamis (14/1) lalu. Rencananya akan dilaksanakan hingga Rabu (20/1) nanti malam. “Kita ketuk hati keluarga besar Sabilillah. Karena kita sama-sama memiliki dan saling menjaga. Maka perlu dilakukan bersama,” katanya kepada New Malang Pos, siang kemarin.

Rahman mengatakan, tim gugus Covid-19 Sabilillah sejak awal pandemi telah melakukan upaya tiada henti. Hanya saja selama ini masih dalam bentuk ikhtiar lahir. “Maka perlu kita lengkapi dengan ikhtiar batin. Dua-duanya harus dilakukan. Karena kita lembaga bernafaskan Islam, maka sentuhannya harus dengan nilai-nilai Islam,” terang kabag Kerja Sama dan Bisnis LPI Sabilillah ini.

Kedepannya kata Rahman, kalau masih akan melanjutkan doa bersama akan melibatkan orang tua siswa. Minimal pengurus Majelis Orang Tua Siswa (MOS) atau komite sekolah. “Di masa sulit seperti ini memang diperlukan kebersamaan. Agar sama-sama melakukan ikhtiar,” kata dia.

Istighotsah yang digelar rutin tiap dipimpin secara bergantian oleh guru-guru Agama Islam dari setiap satuan pendidikan. Sebelum istighotsah dimulai, ada arahan dan motivasi yang disampaikan oleh ketua gugus Covid-19. Selanjutnya zikir istighotsah ditutup dengan doa. “Ini bagian dari upaya kami. Dengan harapan adanya berkah bagi kita semua dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya. (imm/jon)