Kalam Kudus Makin Bersinergi Wujudkan Siswa Berkarakter

NEW MALANG POS, MALANG-Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Kota Malang sudah mencapai usia ke 67 tahun. Ada banyak prestasi yang sudah dicapai, mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMA Kristen Kalam Kudus. Pekan ini Kalam Kudus memperingati HUT yang ke 67 dengan beberapa rangkaian acara.

Sebuah tema besar diangkat,  yakni Sunergon En Christo. Kalimat berbahasa Yunani yang artinya kerja sama di dalam Kristus. Sebuah tema yang menjadi kekuatan besar SKKK, terutama menghadapi masa pandemi seperti saat ini.

Ketua Yayasan Kalam Kudus Kota Malang Conny Benyamin, M. Div mengatakan, membangun karakter anak bangsa butuh energi besar, tanpa kerja sama tidak mungkin terwujud. 

Membentuk insan berkarakter dan berdaya guna tidak bisa dikerjakan sendiri, butuh peran serta semua pihak.

“Menghancurkan karakter anak bisa oleh satu orang, tetapi untuk membangun karakter seorang anak butuh kerjasama orang satu kota,” ucapnya.

Conny menuturkan, kerja sama yang dimaksud adalah kerja sama yang konstruktif. Melangkah dengan satu visi misi yang sama, kerja sama di dalam Kristus. Artinya menyertakan peran Tuhan.

Keterlibatan banyak pihak antara lain, dimulai dari unsur internal lembaga. Pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru, dan orang tua. Diperkuat dengan kerja sama dengan pihak luar, masyarakat, gereja dan pemerintah. “Tujuannya untuk anak-anak yang kita kasihi, sesuai amanah Tuhan,” ungkapnya.

Di masa pandemi tantangan dunia pendidikan semakin berat. Semua dituntut untuk berinovasi. Kalam Kudus menyikapi kondisi ini dengan dinamis dan penuh optimis.  Sehingga meskipun pandemi, tetap melangsungkan even peringatan HUT-nya yang ke 67. Tentu saja tidak seperti di masa normal. Kali ini tidak ada bazar, pameran dan pagelaran seni.

Yayasan memperingati dengan beberapa kegiatan yang bersifat virtual. Diantaranya, webinar parenting yang digelar, Senin (12/10) kemarin. Sebelumnya juga ada kegiatan pray for our children (PFOC).

Dan kedepannya juga ada beberapa agenda yang lain seperti workshop guru dan kegiatan ibadah syukur. “Kalau mengikuti kondisi pandemi ini bisa menyurutkan semangat. Tapi kita tidak mau begitu. Harus tetap semangat,” tegas Conny.

Untuk menumbuhkan semangat dan meningkatkan kompetensi guru, Yayasan Kalam Kudus menggelar acara pelatihan. Sebuah training dengan beberapa materi peningkatan skill.

“Kami menyadari, guru aspek yang sangat penting. Mereka garda terdepan, sebelum mengajar siswa harus sudah siap senjata dan kemampuannya,” tutur Conny.

Ia menambahkan, Sekolah Kalam Kudus menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Baik kegiatan belajar belajar maupun even, semuanya digelar secara virtual. Kendati demikian tidak menyurutkan langkah guru dan siswa.

Semangat Kalam Kudus mencetak anak didik menjadi insan yang mandiri dan takut akan Tuhan. Menghormati dan mengasihi Tuhan.

“Motivasi kami menjadikan anak-anak pribadi yang utuh dengan kognitif yang hebat, mental kuat dan spiritual yang bagus,” pungkasnya.(imm/jon)