Hebat, Unisma Lulus Lisensi Sertifikasi BNSP

new malang pos
Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dan Wakil Rektor IV Unisma Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. mengumumkan secara resmi kelulusan Unisma sebagai kampus yang kini memiliki lisensi BNSP. (NMP-Imam)

NewMalangPos – Angin segar berhembus untuk mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma). Pasalnya, kampus yang mereka banggakan sudah mendapat izin untuk melakukan lisensi sertifikasi profesi. Artinya lulusan Unisma akan mendapat sertifikat profesi yang disahkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Secara resmi LSP UNISMA didirikan oleh Universitas Islam Malang melalui Surat Keputusan Rektor Nomor: 082/G152/U.KPTI/R/L.16/IV/2019. Dan sudah mendapatkan sertifikat lisensi dari BNSP nomor: BNSP-LSP-1855-ID pada 1 Desember 2020.

Selasa (11/1) kemarin, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dengan bangga mengumumkan itu siang kemarin. Lulusan Unisma selain mendapat ijazah, transkip dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), juga mendapat sertifikat profesi. Tentu saja sertifikat tersebut sangat berguna untuk para lulusan di dunia kerja.

Prof Maskuri mengatakan sertifikat lisensi menjadi penting. Karena menjamin terhadap profesionalitas dan kemampuan mahasiswa atau lulusan dalam menjalankan tugas sesuai dengan profesinya.

“Sertifikat itu untuk menjamin kualitas dan mutu lulusan Unisma. Sehingga memiliki daya saing di dunia kerja sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, keluarnya izin BNSP menjadi bukti akan kesungguhan Unisma. Yaitu dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa. Kampus kebanggan Nahdlatul Ulama ini bukan sekadar fokus pada peningkatan mutu akademik. Tetapi juga memperhatikan kepentingan mahasiswa saat lulus. Salah satunya dengan menyediakan layanan Uji Kompetensi (UK). Dari UK tersebut nantinya dapat mengeluarkan sertifikasi profesi.

Wakil Rektor IV Unisma Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. mengatakan tidak mudah mendapat lisensi sertifikasi dari BNSP. Unisma harus melalui banyak tahapan dengan waktu yang cukup lama. Hingga mampu meluluskan 29 asesor handal yang kompetitif dan profesional di masing-masing bidang. Mereka telah melalui uji kompetensi dan assesmen penuh oleh BNSP.

“Berbagai tahapan sudah kami lalui dengan sangat baik. Termasuk dalam hal melahirkan para assesor yang kompetens. Itu artinya Unisma sudah layak untuk melakukan uji kompetensi,” katanya.

Uji Komptensi pertama yang akan digelar Unisma rencananya pada 24 Februari 2021 mendatang. Peserta UK minimal mahasiswa semester tujuh. Saat ini dari delapan fakultas ada sepuluh skema yang dipenuhi Unisma.

Yaitu Fakultas Peternakan -klaster pengelolaan produksi ternak, Fakultas Ilmu Administrasi – klaster pengeleloaan keuangan pelayanan dan suku cadang, Fakultas Pertanian – Okupasi Supervisor Penyuluh Pertanian, Fakultas Teknik – Okupasi Manajer Energi di Industri dan Bangunan Gedung.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – okupasi asisten administrasi executive dan klaster penyiapan konten program siaran, Fakultas Hukum – Okupasi Asisten analisis kebijakan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – Okupasi penanggungjawab pengendalian pencamaran air serta Fakultas Ekonimi dan Bisnis – KKNI Level 6 Komptensi Teknis Akuntasi dan KKNI Level 6 Komptensi Keahlian Tenaga Manajerial. (imm/jon)