Guru dan Karyawan Smanesi Bedah Rumah Tukang Kebun

NEW MALANG POS-Pengabdian Mastam, selama beberapa tahun di SMA Negeri 1 Singosari (Smanesi) menuai berkah. Di HUT ke 75 Kemerdekaan RI beberapa waktu yang lalu, Ia mendapat kado istimewa. Kado yang mungkin tidak akan pernah dilupakan selama hidupnya.

Mastam mendapat hadiah rumah dari para guru dan karyawan. Selama bertahun-tahun mengabdi sebagai tukang kebun dan kebersihan di Smanesi, Mastam mendapat imbalan yang begitu mengesankan.

“Saya menghaturkan banyak terima kasih kepada guru dan karyawan Smanesi, kami tidak membalas kebaikan ini. Hanya bisa berdoa. Semoga diberikan kesehatan, rezeki yang halal dan berkah,” ucapnya.

Jejak perjuangan Mastam, selaku tukang kebun dan kebersihan sekolah, tidaklah mudah. Setiap hari ia harus menempuh berkilo-kilometer untuk sampai ke sekolah.

Berangkat tidak lebih dari jam 03.00 WIB, dengan sepeda ontelnya menuju sekolah. Rumahnya di Desa Lokjati, Kecamatan Lawang. Sebelum matahari terbit sudah bertugas membersihkan sekolah. Komitmennya, sekolah harus sudah bersih sebelum siswa datang.

Berkat perjuangannya itulah, Smanesi setiap hari terlihat bersih. Siswa pun betah tinggal di sekolah. Tidak banyak sosok seperti Mastam yang bisa ditemukan saat ini. Sosok yang ikhlas dan pekerja keras. Yang pengabdian dan ketulusannya patut dicontoh.

Dibalik aktivitas kesehariannya tersebut, Mastam mengalami beban hidup yang berat. Rumah tempat tinggalnya jauh dari kata layak. Belum lagi saat itu, ia tinggal di tanah yang bukan miliknya sendiri.  Kondisinya tersebut tidak diketahui oleh guru dan karyawan sekolah. Karena memang tempat tinggalnya jauh.

Hingga pada suatu hari, Waka Kesiswaan Smanesi Agung Wijiyanto, tidak sengaja mampir saat gowes bersama rekannya. Melihat kondisi rumah Mastam yang memprihatinkan, membuat Agung dan rekan-rekan guru tergerak untuk membantu. Yakni dengan program bedah rumah.  

Program ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Agung mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh civitas SMA Negeri 1 Singosari.

“Alhamdulillah kami bersyukur, kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar. Menandakan bahwa kebersamaan kami begitu kuat sebagai keluarga besar Smanesi,” ucapnya, siang kemarin.

Saat ini rumah Mastam sudah berdiri dan tampak jauh lebih baik. Dindingnya berupa tembok, bukan lagi bilik bamboo seperti sebelumnya. Terdiri dari beberapa ruang kamar. Tidak lagi hanya satu ruangan tanpa sekat, yang dapur dan ruang tamunya jadi satu.

Itulah hasil dari amal dan kepedulian guru dan karyawan. Bahkan mereka memberikan solusi terbaik, tanah rumah Mastam berdiri kini menjadi miliknya sendiri.

Meski sudah berdiri kokoh, penggalangan donasi untuk rumah Mastam tetap terbuka. Rencananya guru masih ingin membantu untuk membangun kamar mandi.

Pengorbanan dan kepedulian para guru ini, mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 1 Singosari, Dr. Abdul Tedy, M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa Mastam adalah sosok yang gigih dan pekerja keras. Tidak jarang sebuah pekerjaan dilakukan sendiri tanpa mau dibantu yang lain.

Tedy juga mengatakan Smanesi memaknai Hari Kemerdekaan dengan kebebasan menuju yang lebih baik. Diimplementasikan dalam wujud kegiatan sosial.

“Kita ingin membebaskan keluarga Smanesi dari kesulitan dan kesengsaraan, dari yang awalnya tidak punya rumah, menjadi punya rumah,” ucapnya.  (imm/jon)