Gali Ilmu Keredaksian, Ditayangkan ke Seluruh Tanah Air

new malang pos
Guru SMA Islam Sabilillah Ghulam Nurul Wildan, S.PdI (kiri) nge-vlog di ruang redaksi New Malang Pos bersama wartawan Imam Wahyudi.

SMA Islam Sabilillah Malang Virtual Field Trips ke New Malang Pos

NewMalangPos, MALANG-Satu lagi terobosan kreatif dari SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Pandemi Covid-19 tak membuat guru mati kreativitas. Inovasi baru terus dimunculkan. Itu dilakukan tidak lain agar siswa tetap update pengetahuan. Meskipun saat ini mereka belajar secara daring di rumah masing-masing.

Kamis (28/11), tim guru SMAIS (SMA Islam Sabilillah Malang) berkunjung ke Redaksi New Malang Pos. Kedatangan mereka bukan sekadar berkunjung. Tetapi menggali banyak ilmu tentang proses keredaksian. Khususnya proses membuat berita mulai liputan hingga menjadi koran.

Di Rumah Kita –nama Kantor Redaksi New Malang Pos– tim guru SMAIS melakukan rekaman video. Mereka adalah Waka Humas SMA Islam Sabilillah Moh. Tomar, S.Pd, cameramen Luthfie Surya Rahman, S.Pd dan presenter Ghulam Nurul Wildan, S.PdI.

Dalam pembuatan video tersebut Ghulam Nurul Wildan mengenalkan Rumah Kita yang ada di Jalan Jembawan Sawojajar. Dipandu langsung oleh Imam Wahyudi, selaku wartawan Pendidikan New Malang Pos. Pengenalan dimulai dari ruang administrasi, lalu berlanjut ke ruang redaksi yang ada di lantai 2.

Di sela waktu itu, Ghulam sempat wawancara dengan wartawan, wakil pemimpin redaksi dan pemimpin redaksi New Malang Pos.

“Kami merasa penasaran bagaimana sebenarnya sistem kerja redaksi, hingga bisa menghasilkan produk berita yang bagus,” ujar Ghulam.  

Hasil rekaman video itu ditayangkan untuk siswa-siswi SMA Islam Malang secara virtual. Melalui penayangan virtual tersebut, seluruh siswa SMAIS yang ada di seluruh penjuru tanah air diharapkan mendapat tambahan pengetahuan. Termasuk yang terjauh dari tanah Papua.

Pemimpin Redaksi New Malang Pos Abdul Halim turut mengapresiasi program SMAIS ini. Menurutnya program tersebut merupakan terobosan yang inovatif. Di saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring, guru SMAIS punya cara yang tidak biasa untuk tetap mentransformasi pengetahuan kepada anak didiknya. Salah satunya dengan virtual field trips.

“Saya baru pertama kali mendapatkan kunjungan seperti ini. Tim guru dari sekolah melakukan shooting video di kantor redaksi sebagai bahan pembelajaran bagi siswa secara virtual,” katanya.

Humas SMAIS Moh. Tomar, S.Pd mengungkapkan, virtual field trips di New Malang Pos bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada anak didiknya. Karena selama ini siswa SMAIS hanya mengerti berita pada sebuah media. Tapi belum pernah tahu proses pembuatan berita, mulai dari liputan proses editing, cetak, hingga siap disajikan pada pembaca.

“Inilah kesempatan kami untuk memberikan tambahan ilmu pada anak-anak. Karena saat ini pandemi, kami hanya take video tentang alur pembuatan berita dan proses keredaksian, yang nantinya kami tampilkan secara daring pada anak-anak,” terangnya.

SMA Islam Sabilillah Malang memiliki program-program unggulan untuk menunjang pembelajaran berkualitas. Salah satunya Project Based Learning (PJBl) yang hingga kini menjadi program kreatif untuk mengasah kompetensi siswa. Di dalamnya ada penguatan pembelajaran berbasis 4C, yakni creative, critical thinking, communicative dan collaborative.

Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Luqman, S.Pd., M.Pd menilai perusahaan media massa khususnya media cetak merupakan sarana yang tepat untuk siswa belajar. Karena sistem kerja yang dibangun dalam perusahaan itu membutuhkan karakter yang komplet.

“Membuat berita di koran itu tidak mudah. Butuh sikap kritis, komunikatif, kreatif dan kolaboratif agar bisa menghasilkan berita yang bagus. Dan di New Malang Pos, anak-anak kami belajar itu,” katanya.

Di sisi lain kata Luqman, belajar kepada New Malang Pos dapat memperkuat daya literasi anak didiknya. Menurutnya,  literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas. Antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara.

Artinya literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis. Namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital dan auditori.

“Oleh karena itu, kami perlu bersinergi dengan New Malang Pos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak kami,” terangnya. (imm/sir/jon)