Galang Bantuan, Bangun Rumah Tukang Kebun

new malang pos
Kepala SMA Negeri 1 Singosari Dr. Abdul Tedy, M.Pd (kanan) memberikan bantuan kepada Mastam, serta Waka Kesiswaan Agung Wijiyanto, S.Pd yang memprakarsai program bantuan tersebut.

NewMalangPos, MALANG-Perjuangan Mastam selama lebih dari sepuluh tahun mengabdi di SMAN 1 Singosari (Smanesi) menuai berkah bagi keluarganya. Ia mendapat reward berupa satu unit bangunan rumah hasil dari amal peduli guru-guru dan tenaga kependidikan Smanesi. Tentu saja ini menjadi kejutan yang tak disangka oleh Mastam.

Rabu (20/1), rumah barunya tersebut didatangi oleh kepala sekolah dan guru-guru Smanesi untuk penyerahan secara resmi rumah yang dibangun sejak beberapa bulan terakhir. Hadir dalam kesempatan tersebut camat Singosari, kapolsek Singosari, danramil dan kepala Desa Wonorejo.

Mastam sangat tersanjung dan merasa gembira atas penghargaan yang besar dari keluarga Smanesi. Berkat hadiah, itu kini dia punya rumah yang layak ukurannya 5 X 9 meter persegi. Dibangun dengan tembok yang kokoh lengkap dengan dapur dan kamar kecilnya. Bahkan juga sudah terpasang listrik.

Pria dengan tiga anak ini mengaku tidak menyangka mendapat reward dari guru berupa rumah. Karena yang ada dalam hatinya selama ini hanya mengabdi dengan tulus untuk Smanesi. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah. Dan terimakasih kepada bapak ibu guru, sudah memberikan bantuan yang begitu besar untuk saya dan keluarga,” katanya.

Mastam mulai mengabdikan dirinya di Smanesi sejak tahun 2011. Yaitu sebagai tenaga kebersihan dan tukang kebun sekolah serta digaji sebagai pegawai honorer bukan pegawai negeri.

Setiap pagi ia harus menempuh jarak 13 kilometer untuk sampai sekolah. Berangkat pukul 03.00 sampai pukul 05.00 WIB. Karena ia harus mengayuh sepedanya untuk bekerja setiap hari. “Saya pakai sepeda pancal, perjalanan sekitar dua jam,” katanya sambil menunjukkan sepeda ontelnya yang sudah tua kepada New Malang Pos.

Di usianya yang sudah menjelang 60 tahun, semangatnya untuk mengabdi di lembaga pendidikan patut dicontoh, utamanya bagi generasi muda. Berangkat di pagi buta dan pulang sore hari, tak membuat suami Siti Maimunah ini mengeluh. Dalam pikirannya hanya mengabdi dan memberikan manfaat untuk orang lain.

Kepala Smanesi Dr. Abdul Tedy, M.Pd mengatakan ada empat kunci sukses. Yaitu salat, berbakti pada orang tua, berusaha sungguh-sungguh dan sedekah. Apa yang telah dilakukan oleh guru dan karyawan Smanesi merupakan salah satu dari poin tersebut. “Dengan bantuan ini kita berharap untuk sukses bersama,” katanya.

Tedy mengungkapkan bahwa Mastam layak mendapat penghargaan tersebut. Ia menilai Mastam sebagai sosok yang disiplin dan berdedikasi tinggi. Meskipun usianya sudah lanjut, jarak rumahnya jauh dan memakai sepeda ontel, tapi tidak pernah terlambat ke sekolah. “Setiap pagi kami sampai sekolah, halaman sudah bersih dan rapi. Itu berkat kerja Pak Mastam,” ungkapnya.

Ia berharap di kegiatan sosial berikutnya Smanesi bisa bersinergi dengan pemerintah. Yakni dengan Muspika, termasuk juga polsek dan koramil. “Ini sebagai stimulan saja. Karena lembaga pendidikan perlu memberikan contoh untuk kebaikan dan kepedulian bersama,” tandasnya.

Rumah Mastam berada di Dusun Banyol Desa Wonorejo Kecamatan Singosari. Untuk ke rumah Mastam jalannya tidak lebar, hanya cukup untuk satu mobil. Kanan kiri perkebunan tebu dan ladang jagung. Untuk sampai tepat ke halaman rumah Mastam, harus jalan kaki sekitar 30 meter.

Camat Singosari Bagus Sulityawan, AP. M.Si memberikan apresiasi terhadap Smanesi yang memberikan bantuan pada salah seorang warganya.

“Mudah mudahan rumah ini bisa ditempati dengan senang hati. Untuk Pak Mastam semoga lebih giat lagi bekerja dan mengabdi pada Smanesi,” ucapnya saat sambutan. (imm/sir/jon)