Fikom UB Gelar Rapid untuk Tendik WFO

new malang pos
Dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) melakukan rapid test antibody.

NewMalangPos, MALANG – Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) melakukan rapid test antibody pada 52 dosen dan tenaga kependidikan atau staf yang ditugaskan bekerja dari kantor atau Work from Office (WFO). Pelaksanaan rapid test, dilaksanakan pekan lalu bekerjsama dengan Poliklinik UB dan diadakan di Gedung G lantai 2 FILKOM UB.

Kegiatan ini untuk menyikapi aturan pembatasan kegiatan di kampus. Di tambah lagi saat ini Malang Raya memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Januari mendatang.

Selama aturan ini berlangsung tidak banyak civitas akademika yang bertugas di kampus. Hanya tendik, beberapa dosen dan pejabat struktural. Sementara kebanyakan dosen dianjurkan untuk bekerja dari rumah. Rektor UB sendiri mengeluarkan instruksi dengan Nomor Surat 497/UN10/TU/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Kampus di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Untuk menyikapi ini, Filkom memiliki kewajiban untuk melindungi staf tenaga kependidikan yang WFO.  Yakni dengan melakukan rapid test. Hal ini juga dilakukan dalam rangka screening untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Covid-19.

Disampaikan oleh dr. Winda Sabtikarisa, salah satu tenaga medis yang bertugas bahwa pada rapid test antibody ini akan diperiksa antibodi pasien terhadap virus Covid-19 melalui sampel darah. Hasilnya akan didapat paling lambat dua hari setelah pengambilan sampel dan akurasinya mencapai 20 persen.

“Karena itu bagi yang hasil rapid test antibodinya positif masih harus dikonfirmasi ulang dengan melakukan swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Selama menunggu hasil swab PCR nanti yang bersangkutan wajib WFH (bekerja dari rumah),” jelas dr. Winda.

Untuk diketahui, selain mewajibkan screening bagi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditugaskan WFO, Instruksi Rektor UB juga mencakup beberapa pembatasan lainnya demi keamanan bersama. Antara lain pembatasan jumlah SDM yang WFO maksimal 25 persen pada 11 sampai 24 Januari 2021.

Rektor juga  mewajibkan seluruh kegiatan pertemuan dinas baik rapat, workshop, diskusi dilakukan secara daring. Dan melarang SDM UB melakukan perjalanan ke luar Malang Raya.  Sedangkan untuk tamu dari luar UB harus menunjukkan bukti hasil tes swab antigen dari Lembaga yang kompeten. (imm/jon)