Bekali 950 Mahasiswa KKN

new malang pos
Kepala Pusat Sumber Daya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (PSWKKN) LP2M UM, Dr. Agung Winarno, MM menyampaikan materinya secara daring dalam acara pembekalan mahasiswa KKN beberapa waktu lalu

Universitas Negeri Malang

NewMalangPos, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) sesaat lagi akan kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN). Yaitu bagi mahasiswa UM Semester Genap Tahun Akademik 2020-2021. Oleh karena itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM mengadakan pembekalan pelaksanaan KKN. Pembekalan itu dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, akhir pekan lalu.

Ketua LP2M UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si mengatakan KKN UM kali ini masih dilaksanakan sesuai dengan panduan pelaksanaan KKN di tengah pandemi Covid-19 dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

Markus menjelaskan,  KKN sebagai salah satu bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KPM) bertujuan memberikan pengalaman bermakna kepada mahasiswa sesuai program studinya. “KKN yang kita gelar untuk meningkatkan kompetensi keilmuan dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memecahkan permasalahan pada masyarakat yang dilakukan secara monodisiplin atau multidisiplin,” katanya.

Hingga kini UM terus meningkatkan produktivitas civitasnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini UM mengirimkan 950 mahasiswanya untuk melaksanakan KKN ditengah pandemi Covid-19. Artinya kondisi pandemi tidak menghalangi estafet pengabdian UM dalam membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan maupun upgrading kualitas masyarakat dan daerah.

“KKN sebagai salah satu program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) juga sangat tepat dalam menempa kemampuan dan jiwa sosial mahasiswa melalui pengabdian, berkarya, mendidik untuk menempa diri pada lingkungan sebenarnya,” terangnya.

Dalam pembukaan acara pembekalan KKN, Markus menyampaikan bahwa pihaknya selalu mengupayakan bahwa dalam pelaksanaan KKN mahasiswa harus tetap menjaga kesehatan dengan tetap memperhatikan mitra KKN agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Mahasiswa juga dituntut untuk selalu menjaga diri dalam ranah sosial dan akademik serta kegiatan motorik yang mendominasi dalam pelaksanaan KKN.

Markus pun berpesan agar dimanapun mahasiswa berada, hal utama yang harus dijunjung tinggi adalah akhlak yang baik kepada sosial.

“Ketika mahasiswa keluar dari kampus, mereka merupakan dutanya UM. Mahasiswa harus mengenalkan program kepada warga dengan baik dan melaporkan kemajuan program dengan baik dalam membantu masyarakat,” pesannya.

Kepala Pusat Sumber Daya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (PSWKKN) LP2M UM Dr. Agung Winarno, MM mengatakan program KKN UM tahun ini akan dikorelasikan bagi desa atau mitra yang ditunjuk untuk mahasiswa. Pada program ini mahasiswa juga harus tetap berada di rumah dengan mengabdi untuk lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

“Kegiatan yang dilaksanakan untuk desa penempatan tertentu disebut sebagai program utama yang harus dikerjakan oleh semua anggota kelompok KKN sedangkan kegiatan yang dilaksanakan untuk lingkungan sekitar tempat tinggal merupakan program individu mahasiswa,” terangnya. (imm/jon)