Ajak Orang Tua Kontrol Emosi Selama Pandemi

new malang pos
A. Hamam Rosidi, S.Pd., MA menyampaikan materinya pada virtual parenting kepada guru dan orang tua siswa SD Islam Sabilillah.

Virtual Parenting MOS SD Islam Sabilillah

NewMalangPos, MALANG-Tak dipungkiri lagi pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor kehidupan. Salah satu yang terdampak adalah dunia pendidikan. Sudah hampir satu tahun siswa belajar secara daring. Dan itu membutuhkan energi dan pemikiran yang ekstra, baik oleh guru lebih-lebih oleh orang tua. Tidak sedikit yang mengeluh dan tidak jarang yang frustasi.

Di kala kondisi seperti ini, orang tua butuh penyegaran. Mereka butuh asupan ilmu agar berbagai tekanan yang dirasakan saat pandemi bisa diatasi dengan kepala dingin. Sehingga tidak frustasi atau bahkan stress.

Rabu (10/2), SD Islam Sabilillah Malang bersama pengurus Majelis Orang tua Siswa (MOS) menyajikan acara untuk penguatan mental dan emosional. Yaitu kegiatan virtual parenting dengan menghadirkan Founder Memori Indonesia Group A. Hamam Rosidi, S.Pd., MA sebagai pemateri. Dihadiri oleh puluhan orang tua siswa SD Islam Sabilillah.

Temanya, Managing Emotion. SDIS dan MOS SD Islam Sabilillah melihat beratnya orang tua menata emosi selama pandemi Covid-19 melanda. Moderator acara ini Rr. Nia Paramita Yusuf, M.Si., M.Psi, yang juga psikolog. Ia juga orang tua siswa SDIS. Sehingga acara ini benar-benar menjadi empowering bagi peserta parenting.   

Kepala SD Islam Sabilillah Nunik S. Hariarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan selama siswa belajar secara daring, orang tua menjadi guru di rumah. Maka peran orang tua menjadi ganda. Dan itu cukup menjadi tantangan tersendiri. Parenting diharapkan menjadi salah satu penguat yang memberikan solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi guru dan orang tua selama ini.

“Harapan kami dengan materi parenting kali ini, orang tua menjadi lebih siap mendampingi ananda belajar di rumah,” katanya.

Problematika yang terjadi selama pandemi telah membuat emosi seringkali labil. Mungkin di awal orang tua masih bisa bersabar. Tapi lama-lama juga butuh penguatan. Emosi kadang tidak terkendali sehingga sering marah dan tidak fokus.

“Semoga upaya ini dapat memperkuat kita. Kami sebagai guru selalu berharap kerjasama yang kuat dengan orang tua yang hebat,” imbuhnya.

Ketua MOS SDIS Ana Maisyaroh Rowiena, SS turut menyampaikan sambutan. Menurutnya, kegiatan parenting kali ini sebagai wujud dari sinergitas guru, MOS, paguyuban dan orang tua siswa.

“Kami sampaikan terima kasih atas kerjasama ini, khususnya kepada pengurus MOS yang tak pernah lelah untuk bersinergi dengan guru dan orang tua,” ucapnya.

Sementara itu, virtual parenting berjalan cukup interaktif. Selaku pemateri A. Hamam Rosidi, S.Pd., MA., seringkali mengajak peserta untuk mengungkapkan perasaan mereka selama masa pandemi. Selanjutnya Hamam memberikan masukan dan pencerahan agar orang tua lebih bisa mengontrol emosi. 

Dalam materinya Hamam menjelaskan, emosi seringkali bersumber dari hal-hal kecil. Dampak Covid-19 cukup banyak mengguncang psikis sehingga membuat emosi. Emosi sendiri, kata dia, merupakan perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang. Bisa berupa emosi negatif atau positif.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada orang tua untuk dapat mengenali gejala yang dapat memicu stress. Diantaranya memikirkan segala sesuatu dengan berlebihan, sering cemas dan menjadi sensitif, perubahan pola makan dan pola tidur serta menghindari sosialisasi.

“Maka mulai latihan berpikir tenang, tidak cemas dan belajar cara mengendalikan emosi,” terangnya. (imm/jon)