Agroedutechnopark Sarana Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

new malang pos
Rektor Unitri Prof. Dr. Ir. Eko Handayani, M.Sc dan Direktur Utama PJT Jasa Tirta 1 Dr. Ir. Raymond Valiand, ST., MT menanam bibit pohon di lahan sekolah lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark.

Unitri Resmikan Lahan Sekolah Lapangan di Wagir

NewMalangPos, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) kini sudah memiliki Sekolah Lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark (Agroedutechnopark). Dan menjadi Agroedutechnopark satu-satunya dan pertama kali di Indonesia. Setelah diresmikan pada Selasa (2/2) lalu, lahan seluas delapan hektare di Desa Jedong Kecamatan Wagir tersebut diprediksi tiga tahun mendatang sudah bisa digunakan.

Rektor Unitri Prof. Dr. Ir. Eko Handayani, M.Sc. mengatakan persiapan akan dilakukan secepat mungkin. Segala sesuatu yang berkaitan dengan sarana dan pra sarana di sekolah lapangan akan segara disiapkan agar target tiga tahun ke depan bisa dicapai.

“Kita juga sudah mengajukan dukungan kepada Dirjen Pengendalian DAS dan Lingkungan Hidup di Kementerian LHK, semoga semuanya berjalan lancar dan mencapai target yang kita harapkan,” katanya kepada New Malang Pos.  

Ia menjelaskan Sekolah Lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa akan lebih banyak belajar secara praktik dari pada teori. Di sekolah lapangan akan banyak ditemukan ilmu aplikatif yang memberikan banyak pengalaman dan tambahan wawasan kepada mahasiswa.

“Lahan tanah ini kondisinya banyak yang miring. Tentu ini menjadi objek yang menantang bagi mahasiswa saat melakukan konservasi,” kata dia.

Dalam pengelolaan lahan konservasi tanah Unitri bekerjasama dengan beberapa pihak. Diantaranya Jasa Tirta I, Komunitas Masyarakat Konservasi dan Air Indonesia (MKTI) Komisariat Jawa Timur, Pemerintah Kecamatan  Wagir dan masyarakat.

“Tentu saja kami tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah lapangan butuh kolaborasi, termasuk juga dengan masyarakat sekitar. Dan juga kami bersinergi dengan masyarakat,” tandasnya.

 Direktur Utama PJT Jasa Tirta 1 Dr. Ir. Raymond Valiand, ST., MT menyampaikan apresiasinya terhadap terobosan yang dilakukan oleh Unitri. Ia mengakui, Sekolah Lapangan Konservasi Tanah yang dibuka Unitri menjadi peluang besar bagi Jasa Tirta, demikian juga bagi masyarakat luas. Ia berharap sekolah lapangan tersebut dapat berkembang dan menjadi salah satu keunggulan Unitri dan kebanggaan bagi Kecamatan Wagir.

“Ini merupakan pencapaian Unitri. Kami sangat mendukung. Semoga menjadi keunggulan kampus ini. Disini kita bisa belajar dan mendapat pelatihan bersama. Semoga menjadi ikhtiar yang diberkahi,” tandasnya.

Ketua Masyarakat Konservasi dan Air Indonesia (MKTI) Komisariat Jawa Timur Dr. Ir. Didik Suprayogo, M.Sc, turut memberikan apresiasi kepada Unitri. Menurutnya Sekolah Lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark yang menjadi terobosan Unitri baru pertama di Indonesia.

“Ini luar biasa. Karena akan menjadi langkah kegiatan konservasi tanah dan air di masa depan. Sebab kita prihatin, terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor yang seringkali terjadi,” katanya.

Didik menambahkan, pihaknya siap mendukung program sekolah lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark Unitri.

“Kalau menjadi sekolah lapangan maka harus belajar bersama, memikirkan dan mencarikan solusi bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Wagir Hendra Tri Cahyono, S.Sos, M.Si merasa tersanjung wilayah pemerintahannya mendapat kesempatan dan terpilih menjadi sekolah lapangan. Menurutnya pilihan Unitri sudah tepat. Karena kondisi geografis Kecamatan Wagir  sebagian besar merupakan perbukitan dan merupakan tanah kering.

Apalagi, kata dia, di Wagir juga rawan bencana sehingga dengan adanya konservasi akan sangat berguna untuk masa yang akan datang.

“Semoga masyarakat kami juga termotivasi untuk melestarikan alam sekitar. Dan Unitri bisa memberikan edukasi dan wawasan kepada mereka,” ucapnya. (imm/adv/jon)